Gaya Komunikasi
Manusia mengucapkan atau menulis kata-kata untuk
mengungkapkan pikiran dan perasaan yang memotivasi, menyatakan balas kasihan,
menyatakan kemarahan, menyatakan pesan agar suatu perintah cepat dikerjakan.
Semua kombinasi Ini adalah "gaya komunikasi", gaya yang berperan
untuk menentukan batas-batas tentang kenyataan dunia yang sedang dihadapi,
tentang relasi dengan sesama, tentang hubungan dengan suatu konsep tertentu.
Keterampilan berkomunikasi melalui "gaya komunikasi", mengisyaratkan
kesadaran diri pada level yang tinggi. setiap orang mempunyai gaya komunikasi
yang bersifat personal, itu gaya khas seseorang waktu berkomunikasi. Gaya
komunikasi merupakan kepribadian sehingga sukar berubah.
Keterampilan berkomunikasi melalui “
gaya komunikasi “ mengisyaratkan kesadaran diri pada level paling atas. Untuk
memahami gaya berkomunikasi maka setiap orang harus berusaha menciptakan dan
mempertahankan gaya komunikasi personal sebagai ciri khas pribadinya, gaya
adalah kepribadian. Memang sulit untuk mengubah gaya komunikasi, karena “gaya
komunikasi” melekat pada kepribadian seseorang.
Kita sedang bicara tentang gaya
komunikasi dan gaya komunikasi ada di dalam setiap jenis atau bentuk
komunikasi. Gaya komunikasi antarpersonal berbeda dengan gaya komunikasi
melalui media massa ( kominikasi massa ), perbedaan itu karena komunikasi
antarpersonal mempunyai aspek-aspek teknis yang berkaitan dengan pengaruh
faktor-faktor psikologi seperti faktor kognitif maupun afektif. Sementara itu,
gaya komunikasi massa mempunyai aspek-aspek teknis yang berkaitan dengan
pengaruh faktor-faktor sosiologis/antropologis, psikologi masa, dan teknologi
komunikasi.
Dengan kerangka komunikasi
antarpersonal itulah manusia berkomunikasi dengan ( sekurang-kurangnya ) tiga
gaya ( meskipun secara aktual setiap orang bisa saja mempunyai hampir 1.000
gaya komunikasi yang berbeda ), tetapi semua komunikasi selalu dilakukan
secara: (1) visual; (2) auditorium; dan (3) kinestika. Berarti setiap individu
memiliki variasi preferensi gaya komunikasi dengan orang lain yang dalam
prakteknya manusia tidak hanya mengandalkan satu gaya berkomunikasi tetapi
lebih dari satu.
Manusia mengombinasikan beberapa
gaya komunikasi meskipun ada satu atau dua gaya komunikasi yang paling dominan.
Gaya komunikasi ini dapat terlihat dan terasa dalam beberapa konsep sebagai
berikut :
1.
Jika anda berjumpa
dengan seseorang yang di sebut visual
person maka mereka selalu berkomunikasi dengan bantuan gambar, image, dan grafik. Kata-kata seperti
“lihatlah”, “ pandanglah”, yang ada didalam kosakata mereka dapat berarti “
saya melihat apa yang anda katakan “, “ saya menggambarkan bahwa di pertemuan
ini akan ada diskusi hebat “.
2.
Jika anda berjumpa
dengan seseorang sebagai seorang auditory
person, maka mereka menggunakan suara untuk berkomunikasi. Kata-kata
seperti click, hear digunakan untuk
menjelas kan I hear ya! Dan sounds good. Mereka bicara dengan suara
yang moderat dan dengan irama tertentu seperti musik.
3.
Jika anda berjumpa
dengan seseorang yang disebut kinesthetic
person, maka mereka menggunakan perabaan dan berbuat suatu tindakan
tertentu untuk berkomunikasi, kata-kata seperti contact dan hold selalu
digunakan dan selalu mereka bicara perlahan-lahan.
B.
MEMAHAMI
MAKNA GAYA KOMUNIKASI
Saya mengutip beberapa
konsep yang menerangkan pengertian gaya komunikasi agar kita dapat memberikan
makna yang tepat mengenai gaya komunikasi, yaitu :
1. Gaya
komunikasi didefenisikan sebagai a
cognitive process which accumulates ‘micro behavior’ form-giving of literal
content, and adds up to ‘macro judgment. When a person communicates, it is
considered an attempt of getting literal meaning across ( proses kognitif
yang mengakumulasikan bentuk suatu konten agar dapat dinilai secara makro.
Setiap gaya selalu merefleksikan bagaimana setiap orang menerima dirinya ketika
dia berinteraksi dengan orang lain ). ( Norton, 1983; kirtley & Weaver,
1999)
2. Gaya
komunikasi juga dapat dipandang sebagai meta-messages yang
mengontekstualisasikan bagaimana pesan-pesan verbal di akui dan diinterpretasi
( communication styles can also be viewed
as a meta-message which contextualizes how verbal messages should be
acknowledged and interpreted ) ( Gudykunst & Ting-Toomey, 1988 ).
Definisi ini menjelaskan mengapa seseorang berkomunikasi, tidak lain
berkomunikasi sebagai upaya untuk merefleksikan identitas pribadinya yang dapat
memengaruhi persepsi orang lain terhadap identitas ini.
3. Gaya
komunikasi juga dapat dipandang sebagai campuran unsur-unsur komunikasi lisan
dan ilustratif. Pesan-pesan verbal individual yang digunakan untuk
berkomunikasi diungkapkan dalam kata-kata tertentu yang mencirikan gaya
komunikasi. Ini termasuk nada, volume atas semua pesan yang diucapkan.
4. Para
ahli komunikasi telah mengelompokkan beberapa tipe atau kategori gaya
komunikasi ( Norton, 1983 ), ke dalam sepuluh jenis:
a) Gaya
dominan (dominan style), gara seorang
individu untuk mengontrol situasi sosial.
b) Gaya
dramatis (dramatik style), gaya
seorang individu yang selalu “ hidup “ ketika dia bercakap-cakap.
c) Gaya
kontroversial (controversial style),
gaya seseorang yang selalu berkomunkasi secara argumentatif atau cepat untuk
menantang orang lain.
d) Gaya
animasi, gaya seseorang yang berkomunikasi secara aktif dengan memakai bahasa
nonverbal.
e) Gaya
berkesan, gaya komunikasi yang merangsang orang lain sehingga mudah diingat,
gaya yang sangat mengesankan.
f) Gaya
santai, gaya seseorang yang berkomunikasi dengan tenang dan senang penuh senyum
dan tawa.
g) Gaya
atentif, gaya seseorang yang berkomunikasi dengan memberikan perhatian penuh
kepada orang lain, bersikap simpati dan bahkan empati, mendengarkan orang lain
dengan sungguh-sungguh.
h) Gaya
terbuka, gaya seseorang yang berkomunikasi secara terbuka yang ditunjukkan dalam
tampilan jujur dan mungkinsaja blakblakan.
i)
Gaya bersahabat, gaya
komunikasi yang ditampilkan seseorang secara ramah, merasa dekat, selalu
memberikan respons positif, dan mendukung.
j)
Gaya yang tepat, gaya
yang tepat dimana komunikator meminta untuk membicarakan suatu konten yang
tepat dan akurat dalam komunikasi lisan.
5.
Pengelompokan lain
terhadap gaya komunikasi meliputi tiga kategori , yaitu :
a.
Noble
style, merupakan gaya terhormat, gaya standar,
gaya sesuai patokan yang seharusnya dilakukan.
b.
Revlective
style, yaitu gaya yang dipahami sebagai gaya
yang secara tidak langsung melakukan refleksi kepribadian.
c.
Socratic
style, yaitu gaya yang selalu menampilkan
perincian konten dan analisis yang digunakan dalam perdebatan.
6.
Comstock dan Higgins
(1997), menelaah gaya komunikasi yang dikemukakan oleh klasifikasi Norton ke
dalam empat kategori yang meliputi :
a)
Gaya kooperatif, gaya
yang memadukan orientasi sosial dan tugas.
b)
Gaya prihatin, gaya
yang relatif bersahabat namun selalu menampilkan perasaan cemas dan kepatuhan.
c)
Gaya sosial, yang
digambarkan sebagai gaya ekspresif, dominan ( gaya menguasai orang lain ), gaya
dramatis, dan gaya tepat.
d)
Gaya kompetitif, yaitu
gaya yang tepat atau gaya standar, ekspresif, tidak terbuka terhadap isu-isu
personal, dan lebih suka tampil dominan dan berargumentasi.
7.
Heffner (1997),
mengklasifikasikan ulang gaya komunikasi dari McCallister (1992) ke dalam tiga
gaya, yakni :
a.
Gaya pasif, gaya
seseorang yang cenderung menilai orang lain selalu benar dan lebih penting
daripada diri sendiri.
b.
Gaya tegas, gaya
seseorang yang berkomunikasi secara tegas mempertahankan dan membela hak-hak
sendiri demi mempertahankan hak-hak untuk orang lain.
c.
Gaya agresif, gaya
seseorang individu yang selalu membela hak-haknya sendiri, merasa superior, dan
suka melanggar hak orang lain, dan selalu mengabaikan perasaan orang lain.
Dalam praktek komunikasi sehari-hari
memang ada banyak gaya komunikasi namu esensinya ada empat yang utama :
1) namun
lembut, dia mengambil inisiatif sosial, merangkum orang dengan informal,
menyatakan pendapat secara emosional.
2) Director style traits,
yang menyampaikan pendapatnya sebagai orang sibuk, kadang-kadang mengirimkan
informasi tetapi tidak memandang orang lain, yang tampil dengan sikap serius
dan suka mengamati orang lain.
3) Reflective style
traits, yang suka mengontrol ekspresi emosi
mereka, yang menunjukkan pilihan tertentu dan memerintah, cenderung menyatakan
pendapat dengan terukur, dan melihat kesulitan yang harus kita ketahui.
4) Supportive style
traits, yang diam dan tenang penuh perhatian,
melihat orang dengan perhatian penuh, cenderung menghindari kekuasaan, dan dia
membuat keputusan dengan mempertimbangkan semua pihak.
C.
HAKIKAT
TUJUAN GAYA KOMUNIKASI
HRDQ Style Series, sebuah lembaga
riset gaya komunikasi di Amerika Serikat dalam buku berjudul My Communication Style? (2001) untuk
membahas teori-teori keproibadian dari psikolog Carl Jung, Wiliam Moulton
Marston, dan lain-lain mengajukan beberapa pertanyaan pokok dari pembelajaran
gaya komunikasi, yaitu:
a) What’s my communication
style?
b) What’s my learning
style?
c) What’s my time style?
d) What’s my selling
style?
e) What’s my leadership
style? (Teambuilding, Inc. USA/Canada Eastern
Time Zone, 2008)
Disamping itu, dalam berbagai kursus
yang diselenggarakan lembaga tersebut selalu dicanangkan sasaran yang akan
dicapai, yaitu:
·
Mengantar peserta didik
untuk memahami variasi gaya komunikasi
·
Melatih peserta didik
agar dapat mengetahui dan mendalami gaya komunikasi personal masing-masing.
·
Mendorong peserta agar
dapat mengakui kekuatan dan kelemahan, hambatan, dan dukungan dari setiap gaya
komunikasi.
·
Mengidentifikasi gaya
komunikasi orang lain
·
Mempelajari bagaimana
gaya komunikasi orang lain sehingga membuat setiap orang dapat membarui
komunikasi.
Lembaga
HRDQ Style Series pernah melakukan sebuah penelitian yang menarik. Riset
tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah gaya komunikasi manusia dalam
beberapa situasi ternasuk situasi serius maupun humor. Prosedur riset dilakukan
dengan:
a) Meminta
para responden mengisi kueisonerdan format yang berisi need assesment terhadap gaya komunikasi lalu mengirimkan kembali
kepada lembaga melalui e-mail. Ada dua versi format riset yang harus dijawab
dan diisi oleh responden, yaitu format self-administered dan kuesioner
self-scored.
b) Setiap
responden dimintak untuk menjawab 24 pertanyaan selama 5-10 menit, dari hasil
isian itulah dapat diketahui satu sampai empat gaya komunikasi yang dilakoni
setiap orang.
Sebagian besar kuesioner yang berisi
need assessment ini juga berisi pilihan terhadap empat gaya komunikasi verbal,
paraverbal, bahasa tubuh, dan jarak fisik antarpersonal; empat gaya terakhir
ini di duga sangat mempengaruhi gaya komunikasi.
Secara
umum, lembaga ini mengumumkan beberapa hasil riset antara lain:
§ Paling
sedikit ditemukan 24 item cakupan gaya komunikasi verbal dan nonverbal.
§ Paling
sedikit setiap orang berkomunikasi dengan empat gaya komunikasi yang
disesuaikan dengan konteks komunikasi. Umumnya setiap orang memakai kombinasi
beberapa gaya komunikasi, dan mereka berusaha untuk membarui gaya komunikasi
ini.
§ Paling
sedikit ada dua dimensi gaya komunikasi yang paling populer di kalangan
responden, yaitu;
a.
Assertiveness style of
communication, adalah gaya komunikasi yang tampil memengaruhi dan mengontrol
pikiran dan tindakan orang lain.
b. Expressiveness
style of communication, adalah gaya komunikasi yang tampil mengontrol emosi
atau perasaan diri sendiri.
Bebagai
temuan di atas mendorong lembaga ini unruk menyusun semacam road map bagi
terselenggaranya program-program pelatihan yang dapat diberikan kepada para
peserta didik antara lain:
a) Hakikat
komunikasi
b) Costumer
service
c) Tampilan
manajemen
d) Negosiasi
dan penjualan
e) Strategi
konflik
f) Keterampilan
mempengaruhi
g) Keterampilan
mendengarkan

Komentar
Posting Komentar