Pentingnya Hubungan Public Relations dan Media Relations dalam Menyelesaikan Sebuah Krisis
BAB
I
PENDAHULUAN
Public
relations sebagai fungsi komunikasi dalam organisasi dan sebagai profesi, saat
ini telah berkembang cukup baik di Indoneisa. Fungsi PR yakni menyampaikan
informasi kepada khalayak, telah dilakukan oleh berbagai pihak sejak awal
Indonesia merdeka walaupun perkembangan fungsi dan praktik PR di Indonesia
tidak terlampau pesat.
Aktivitas
PR dalam organisasi cukup banyak. Aktivitas PR yang paling banyak dilakukan
adalah Media Relations, yakni menjalin hubungan baik dengan pihka media massa
yang dalam hal ini diwakili oleh para wartawan/jurnalis. Saat organisasi
berkeinginan adanya publikasi, maka pimpinan akan menugaskan PR untuk
menghubungi media dan mengundang mereka saat acara yang dimaksud
diselenggarakan. PR sesungguhnya perlu berinisiatif membuat program media
relations secara rutin per tahunnya.
Selain
membnagun hubungan dengan media , PR juga dituntut agar memiliki kemampuan
dalam menyelesaikan sebuah isu, krisis maupun konflik yang terjadi pada sebuah
perusahaan. Tidak semua krisis adalah krisis public relations. Sutau krisis dikatakan krisis public relations apabila krisis yang
terjadi mengakibatkan rusaknya citra dan reputasi perusahaan, organisasi atau
citra seseorang dimata public. Maka dalam krisis PR, media adalah factor
pentingdalam mentransformasikan sebuah krisis menjadi krisis public relations.
Dari
latar belakang yang telah disampaikan, kita dapat mengambil beberapa rumusan
masalah dalam makalah ini, diantaranya:
1. Apa
pengertian media relation?
2. Apa
saja fungsi dan tugas media?
3. Apa
pentingnya Public Relations membangun hubungan dengan media?
4. Apa
saja aktivitas PR dalam menjalin hubungan dengan media?
5. Kasus
apa yang pernah terjadi pada kembaga pemerintahan?
6. Apa
strategi PR dalam menyelesaikan sebuah krisis sehingga kembali pulih?
Dari
rumusan masalah yang ada mita dapat menyimpulkan bahwa tujuan dari penulisan
makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui
pengertian Media Relations
2. Mengetahui
apa saja fungsi dan tugas media
3. Mengetahui
pentingnya PR menjalin hubungan dengan media
4. Mengetahui
aktivitas PR dalam menjalin hubungan dnegan media
5. Mengetahui
kasus yang pernah terjadi pada lembaga pemerintah
6. Mengetahui strategi PR dalam enyelesaikan sebuah krisis.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Media
Relationship
Media relations
atau hubungan media adalah aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh individu
ataupun profesi humas suatu organisasi, untuk menjalin pengertian dan hubungan
baik dengan media massa, dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang
maksimal serta berimbang (balance).
Media relations
memiliki beberapa define, antara lain yang dikemukakan oleh Rosady Ruslan dalam
bukunya Manajemen PR, yang menerangkan, “bahwa hubungan pers adalah suatu
kegiatan humas dengan maksud menyampaikan pesan (komunikasi mengenai aktivitas
yang bersifat kelembagaan, perusahaan atau institusi, produk, serta kegiatan
yang bersifat perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan media massa untuk
menciptakan piblisitas dan citra positif di mata masyarakat.
Dalam
buku Public Relations, Frank Jefkins
mendefinisikan hubungan pers (media
relations) sebagai, “usaha mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimal
atas suatu pesan atau info hubungan masyarakat dalam menciptakan pengetahuan
dan pemahaman bagi khalayak dari perusahaan yang bersangkutan.” Hubungan pers
juga bisa diartikan sebagai bagian PR eksternal yang membina dan mengembangkan
hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara perusahaan
dan publiknya, untuk mencapai tujuan perusahaan.
Dari
uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hubungan pers yang bertujuan untuk
menciptakan pengetahuan dan pemahaman yang didasari oleh kejujuran dan
objeksivitas. Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hanya akan
menghancurkan reputasi organisasi di mata public. Senada dengan apa yang
diungkapkan Cutlip dan Center berikut, “Good
media relationship are earned trough honest helpful news service provided in an
atmosphere of mutual respect and condor”. (hubungan media yang baik dapat
diraih melalui kejujuran dan layanan media yang sangat membantu, yang dibangun
dalam atmosfer saling terbuka dan hormat-menghormati satu sama lain).
Dalam
profesi humas, hubungan media sering kali dipahami sebagai penanganan krisis,
dengan memberitakan hal-hal positif tentang perusahaberita negatif. Pada saat krisis, cara terbaik penanganna hubungan
media oleh humas adalah mengakui dan memperbaiki kesalahan dengan
menginformasikan usaha-usaha ke depan.
Dalam
hal ini baik media massa maupun humas berada dalam posisi saling memanfaatkan
dan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme). Contoh pemanfaatan media massa
untuk kepentingan organisasi dan publisitas positif adalah liputan berita saat
Fraksi PDIP DPR mengembalikan total uang insentif legislasi sebesar Rp3,4
miliar. Sebetulnya hal tersebut bisa dilakukan tanpa liputan berita, namun
dengan liputan media, maka kejadian tersebut memberikan citra positif untuk
organsasi dan disaat yang sama media massa mendapatkan berita.
2.2 Fungsi dan Kegiatan
Media Relations
Philip
Lesley, penulis buku Public Relathions
Handsbook mengemukakan fungsi humas dalam hubingan dengan pers, yaitu
sebagai berikut.
a.
Fungsi
pasif dan layanan
Fungsi
pasif berarti pihak humas hanya menaggapi permintaan pers dan tidak melakukan
inisiatif tertentu.
b.
Fungsi
setengah aktif
Secara
kontinyu humas mempersiapkan penyebaran info tentang berbagai kejadian di
organisasi kepada berbagai media.
c.
Fungsi
aktif
Dalam
fungsi aktif, humas menggunakan inisiatif dalam mendekati kalangan media.
Untuk
menjelankan fungsi tersebut maka lima sasaran dalam pers relations yang diharapkan dapat dicapai oleh humas adalah
sebagai berikut.
1) Memperoleh
publisitas seluas mungkin tentang kegiatan serta langkah organisasi yang
dianggap baik untuk diketahui public.
2) Memperoleh
tempat dalam pemberitaan media secara objektif, wajar, dan berimbang mengenai
hal-hal yang menguntungkan organisasi.
3) Memperoleh
umpan balik mengenai upaya dan kegiatan organisasi.
4) Melengkapi
data bagi pimpinan organisasi untuk keperluan kebijaksanaaan.
5) Mewujudkan
hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi saling percaya dan
menghormati.
Berdasarkan
definisi hubungan pers, analisis Frank Jefkins pada tujuan pokok diadakannya
hubungan pers adalah untuk menciptakan pengetahuan dan pemahaman. Jadi, bukan
semata-mata menyebarkan suatu pesan sesuai dengan keinginan organisasi atau
klien demi mendapatkan citra produk atau sosok yang lebih indah daripada
aslinya dimata umum. Tidak seorangpun yang berhak untuk mendikte apayang harus
diterbitkan atau disiarkan oleh media massa, setidaknya dalam suatu masyarakat
yang demokratis.”
Adapun manfaat Media
Relations adalah sebagai berikut.
1) Membangun
pemaenyelenggarakan konferensi pers, haman mengenai tugas dan tanggung jawab
organisasi dan media massa.
2) Membangun
kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati dan menghargai serta
kejujuran dan kepercayaan.
3) Penyampaian/perolehan
informasi yang akurat, jujur, dam mampu memberikan pencerahan bagi public.
2.3 Perkembangan Media
Massa
Istilah
media mulai dipergunakan pada tahun 1920-an, isitilah media juga mengacu pada
design serta jenis media. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah media sering
disebut sebagai slauran menyampaikan informasi. Berdasarkan bentuknnya media
terdiri dari media cetak seperti surat kabar, tabloid, dan majalah. Bentuk lain
dari media yakni media elektroik, meliputi televise, radio siaran, film,
internet atau media cyber. Media cyber terdiri dari (1) Media massa
online, seperti magazine online, newspaper online, digital television dan
digital radio. (2) media non-massa online, meliputi videoconference, chatting
dan teleconference, E-mail, youtue, blog, dan lainnya. (3) sosial media online,
yakni media yang saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat seperti facebook, twitter, whatsip, line dan
sebagainya.
Media
massa saat ini telah menjadi industry raksasa yang mengedepankan keuntungan
materiil. Media massa kendati masih memiliki idealism yakni mewakili
kepentingan masyarakat, namun juga tidak lepas dari pencarian keuntungan untuk
biaya operasional dan peningkatan kualitas produk. Ruang-ruang media cetak
banyak digunakan untuk pemasangan iklan. Begitu juga waktu siaran baik di radio
dan televise, dipenuhi dengan iklan komersial. Keuntungan iklan inilah yang
kemudian memperkuat bisnis media serta memperluas jarigan-jaringan kerja
mereka. Sebagai contoh Surat Kabar Kompas yang kemudian mengembangkan sayapnya
ke radio (Sonora), kini juga memiliki stasiun televise sendiri (TV 7 yang
kemusian bergabung dengan Trans TV) selain juga beberapa media cetak lain
seperti majalah computer, Hai, Tabloid wanita Nova, dan Tabloid olah raga Bola
dan media online.
Hal
yang sama terjadi pula pada Media Indonesia yang kemudian membuka stasiun
televisi Metro dan kini juga berkolaborasi dengan radio Delta; RCTI dengan
radio Trijaya. Perluasan jaringan kerja itu, makin memperkokoh eksistensi
media.
Perkembangan Industri Media di
Indonesia
|
No |
Media |
1997* |
1999* |
2005* |
2008** |
|
1. |
Media
Cetak a. Surat
Kabar (Harian) b. Tabloid
(mingguan) c. Majalah |
79 88 114 |
299 886 491 |
245 329 253 |
107 7 99 |
|
2. |
Media
Radio |
740 + RRI |
1.100+RRI |
2000 |
683 |
|
3. |
Media
Televisi |
6 |
11 |
65 |
127 |
*Data perkiraan Dewan Pers yang
dikemukakan dalam diskusi “Menegakkan Profesionalisme Pers: Memberantas Penyalahgunaan
Profesi Wartawan”, Jakarta, 12 Desember 2007.
**Data dari Wikipedia Februari
2008
Perkembangan
media massa di Indonesia, sejak masa reformasi mengalami kenaikanumlah yang
signifikan. Bila pada era orde tahun 1997 hanya ada 79 surat kabar harian, maka
di era reformasi tahun 1999 menjadi 299 surat kabar. Sedangkan tabloid dari 88
perusahaan di tahun 1997 menjadi 886 di tahun 1999, dan majalah dari 114
perusahaan tahun 1997 menjadi 491 perusahaan di tahun 1999. Namun demikian
eforia kebebasan pers ini tidak diimbangi dengan peningkatan minat baca dan
kemampuan daya beli masyarakat. Di samping itu, terdapat penurunan konsumsi
media cetak di seluruh dunia. Hal ini di karenakan berkembang pesatnya media
elektronika yang lebih menarik. Akibatnya banyak perusahaan media cetak baru di
Indonesia ‘tumbang’ dan jumlahnya berkurang. Saat ini jumlah media cetak untuk
tingkat nasional hanya sekitar 38 perusahaan dan di daerah 69 perusahaan. Di
mana koran-koran daerah juga seringkali dalam operasionalnya kemudian
bekerjasama dengan surat kabar nasional yang kuat seperti Kompas misalnya.
Sedangkan
perkembangan media televisi juga mengalami kemajuan, dari 6 stasiun televisi di
tahun 1997 menjadi 11 stasiun televise tahun 1999, 65 stasiun televisidi tahun
2005 dan tahun 2008 menjadi 11 stasiun televisi nasional, 106 televisi lokal, 3
tv khusus dan 7 tv dengan membayar, sehingga total jumlah stasiun tv di
Indonesia 127.
Perkembangan
televise ini, lebih besar di daerah-daerah, bahkan yang berkembang cukup pesat adalah televise di
daerah Jawa Timur. Penayangan iklan yang menjadi “kue pendapatan” berbagai
stasiun televise tersebut, juga lebih efektif untuk televise lokal, mengingat
banyak produk yang di kembangkan secara segmented atau dengan target pasar yang
sangat spesifik.
Perkembangan
stasiun radio pun demikian pesatnya. Apalagi pembuatan stasiun radio ini lebih
murah dan mudah dibandingkan stasiun televise. Pembuatan program acara untuk
radio juga tidak terlampau besar biayanya. Dengan demikian, radio juga
memungkinkan dapat menggunakan sewa durasi iklannya dengan harga yang sangat
murah dibandingkan dengan iklan di media cetak serta khususnya media televisi.
Perkembangan stasiun radio ini sangat luar biasa, mulai hanya 741 radio di
tahun 1997, meningkat menjadi 1.101 radio di tahun 1999 dan naik lagi menjadi
2000 di tahun 2005 dan saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 2000 stasiun
radio, dan terbanyak di daerah.
Perkembangan
media mssa yang demikian pesat, dikemukakan oleh Leo Batubara dalam diskusi
“Menegakkan Profesionalisme Pers: Memberantas Penyalahgunaan Profesi Wartawan”,
Jakarta, 12 Desember 2007. Leo Batubara menjelaskan bahwa pertumbuhan media
tidak diikuti dengan perkembangan profesionalisme dalam pengelolaannya termasuk
didalamnya pada paraktik jurnalistiknya. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya
modal usaha membuat media menjadi kurang sehat bisnisnya adalah, tiras medianya
tinggi, kualitas medianya baik, wartawannya sarjana serta professional dan
terlatih, juga memiliki gaji yang baik. Selain itu juga di dukung oleh sarana
yang memadai baik dalam proses penyiapan informasi, produksi sampai pada
distribusinya.
Sebagan
besar perusahaan pers yang tidak sehat memiliki ciri, pengelolaan yang kurang
professional, wartawan bergaji kecil, bahkan sering tidak mampu membayar gaji
wartawannya. Akibatnya pekerjaan wartawan yang memang tidak memiliki
kompetensi, menjadi semakin tidak profesional. Bahkan diantaranya ada yang
melakukan praktik-praktik pemasaran yang disebut dengan istilah wartawan
‘bodrek’.
2.4 Pentingnya PR Menjalin Hubungan Dengan Media
Mengapa
Publik Relations dalma menjalankan fungsinya membutuhkan media? Karena media
adalah salah satu alat kerja PR dalam menjalankan fungsinya. Sedangkan media relations merupakan taktik atau
strategi PR pada saat ingin mencapai tujuan dari kegiatan PR. Sebut saja,
kegiatan Kampanye PR sebagai strategi dengan memanfaatkan hubungan media atau media relations, agar target kerja
sesuai dengan tujuan dan sasarannya. Butterick dalam bukunya Pengantar Public Realtions Teori dan
Prakktik (2012:161) menjelaskan tentang taktik spesifik yang digunakan
sebuah kampanye PR ditentukan oleh karakteristik kampanye dalam audiens targetnya.
Berkenaan
dengan hubungan masyarakat dan hubungan pers,
Frank Jefkins dalam bukunya Hubungan masyarakat terbitan PT Intermasa,
Jakarta (1992) menyatakan kedua hubungan tersebut sebagai sesuatu yang sama.
Padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari segi fungsi utama maupun
perannya.
Hubungan
media dengan pers merupakan alat pendukung atau media kerjasama untuk
kepentingan proses publikasi dan publisistas berbagai kegiatan program kerja
atau untuk kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik. Karena
peranan hibingan media dan pers dalam kehumasan tersebut dapat sebagai saluran
dalam penyampaian pesan maka uoaya peningkatan pengenalan dan informasi atau
pemberitaan dari pihak publikasi humas merupakan prioritas utama. Hal tersebut
dikarenakan salah satu fungsi pers adalah kekuatan pembentuk opini yang sangat
efektif melalui media massa.
Disamping
itu, kerjasama dengan pers akan menghasilkan frekuensi publisitas yang cukup
tinggi. Dampak pemberitaan tersebut baik yang bersifat stimultaneity effect (efek keserempakan), efek dramatisir, atau
efek publisitas tinggi, dan memiliki pengaruh luar biasa besarnya terhadap
pembentukan opini public dalam waktu yang relative seingkat, sehubungan dengan
jumlah pembaca atau audiensi yang tersebar diberbagai tempat atau kawasan dalam
waktu bersamaam.
Define
hubungan pers menurut Frank Jefkins adalah suatu kegiatan untuk mencapai
publikasi atau penyiaran berita semaksimal mungkin, sedangkan informasi yang
disebarkan melalui humas adalah untuk menciptakan pengenalan dan pengertian.
Hubungan
pers tersebut tidak terbatas hanya untuk mengadakan pendekatan-pendekatan baik
secara fungsional maupun antarhubungan pribadi atau kontak dengan pihak pers
melalui pimpinan redaksi, redaktur, dan wartawan dalam arti subyektif, tetapi
juga menyangkut media massa dalam arti lebih luas. Maksudnya berhubungan dengan
suatu lembaga, organisasi media massa seperti surat kabar harian, majalah
berita, hiburan, dan komersial lainnya.
Selain
itu, aktivitas humas dan korelasinya dengan media dan pers relations dalam hal teknik pembuatan produk-produk publikasi,
informasi dan berita dalam bentuk press
release, photo press, newsletter, menimbulkan konsekuensi keharusan
praktisi humas menguasai teknik penilisan jurnalistik dan presentasi. Ditambah
lagi, tuntutan untuk mampu mengelola dan membina hubungan baik dengan para
pemimpin redaksi, pengasuh, dan wartawan atau reporter dari berbagai media
massa. Sekaligus bertindak sebagai manajer komunikasi dalam hal mengadakan
kontak pers misalnya melalui press conference, press tour, press briefing,
press interview, baik secara resmi maupun melalui pendekatan-pendekatan pribadi
seperti press personal approach, dan informal press gathering.
Kesimpulanya,
definisi press relations tersebut adalah suatu kegiatan khusus dari pihak public relations untuk melakukan
komunikasi penyampaian pesan atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang
bersifat kelembagaan, perusahaan/institusi, produk dan hingga kegiatan yang
bersifat individual lainnya yang perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan
pihak pers atau media massa untuk menciptakan publisitas dan citra positif.
Dari
hasil kerjasama yang baik inilah diharapkan akan tercipta suatu opini publik
yang positif sekaligus memperoleh citra
yang baik pula dari pihak public sebagai khalayak sasarannya dan masyarakat
luas.
Di
lapangan, dalam pelaksanaan hubungan media dan pers terdapat semacam take and give yang mau tidak mau akan
menimbulkan konotasi negative. Sering pula terjadi kolusi antara pejabat humas
dengan media wartawan dan staff redaksi atau produksi dengan memberikan amplop
sebagai imbalan publikasinya karena beritanya diterbtkan.
Perbuatan
tersebut jelas merusak dan melanggar kode etik humas dan nilai-nilai
profesionalisme. Dalam hukum pun perbuatan tersebut dikategorikan sebagai
penyuapan dan pelanggaran pidana. Apalagi jika dalam berita yang dimuat itu
terdapat unsur kesengajaan untuk memutarbalikkan fakta yang sebenarnya,
menyerang pihak lain, atau yang terdapat unsur fitnah penghinaan tertulis dan
sebagainya melalui pemberitaan pers. Penjelasan bentuk dan hubungan pers yaitu
sebagai berikut.
1. Bentuk
hubungan pers.
Sebagaimana
yang telah dijelaskan bahwa hubungan pejabat humas denga media dan pers dapat
berbentuk hubungan fungsional maupun pendekatan personal. Menurut Frank Jefkins
(1992), bentuk-bentuk hubungan pers adalah sebagai berikut.
a. Kontak
Pribadi
Pada dasarnya,
keberhasilan pelaksanaan hubungan media dan pers tergantung apa dan bagaimana
kontak pribadi antara kedua belah pihak yang dijalin melalui hubungan informal
seperti adanya kejujuran, saling pengertian, dan saling menghormati serta kerja
sama yang baik demi tercapainya tujuan atau publikasi yang positif.
b. Pelayanan
informasi atau berita
Pelayanan yang
sebaik-baiknya yang diberikan oleh pihak humas kepada pihak pers dalam bentuk
pemberian informasi, publikasi dan berita baik tertulis, tercetak, maupun yang
terekam.
c. Mengantisipasi
kemungkinan hal darurat
Untuk mengantisipasi
kemungkinan permintaan yang bersifat mendadak dari pihak pers mengenai
wawancara, konfirmasi, dan mendadak dari pihak pers mengenai wawancara,
konfirmasi, dan sebagainya, pihak pejabat humas harus siap melayaninya, demi
menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbina, dan citra serta nama baik
bagi narasumbernya.
Masih
berkaitan dengan hubungan media dan pers, Cutlip & Center mengatakan :
a. Good media relationship are earned
through honest, helpful news service provided in an atmosphere of mutual
respect and candor. (Hubungan media yang sangat baik dapat
diraih melalui kejujuran dan servis media yang sangat membantu, yang dibangun
dalam atmosfer saling terbuka dan menghormati).
b. Good relathionship can best be
achieved by the practice of few based principles, consist of: shoot squarely,
give service, don’t beg of carp, don’t ask for information kill, don’t
publicity flood the media and keep update list.
(sebuah hubungan yang baik akan dapat diraih melalui beberapa prinsip dasar
yang terdiri dari: tidak memihak, memberikan bantuan, tidak mencari-cari
kesalahan, tidak menanyakan pertanyaan yang menjebak, tidak membanjiri media
dengan publisitas dan terus menerus melakukan pembaharuan).
Secara garis
besar, pengertian hubungan media pers adalah hubungan yang baik dengan pihak
media massa tersebut dibangun melalui suatu kejujuran, serta mau membantu untuk
pelayanan pemberian sumber berita atau
informasinya yang diperlukan dalam suasana saling menghormati dan adanya
keterusterangan.
Di lapangan,
hubungan media dan pers yang baik tersebut dapat dicapai dengan menerapkan
beberapa prinsip sebagai landasan pihak humas, di antaranya sebagai berikut.
a. Mutlak
adanya kejujuran dan keterusterangan.
b. Memberikan
pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pers/media.
c. Tidak
meminta-minta atau mengemis kepada pers misalnya agar pers release bisa dimuat
padahal nilai beritanya tidak ada sama sekali,
d. Tidak
menutup saluran informasi, misalnya pihak mengucapkan, no comment, tidak tahu dan tolong jangan dimuat, hingga off the record kepada pihak pers. Kalau
ditutup saluran informasi tersebut, maka pers akan mencari saluran informasi
yang tidak resmi, tetapi beritanya tidak dapat lagi terkontrol oleh humasnya.
e. Tidak
terlalu membanjiri berbagai publisitas di media masaa yang tidak jelastujuannya
atau sasarannya yang hendak dicapai.
f. Selalu
mengupdate setiap daftar nama reporter, tugas peliputannya, alamat dan telepon
redaksi dan sebagainya, agar saling mengenal dengan baik antar kedua belah
pihak dalam upaya membangun good press
relationship tersebut.
2.5 Kiat Membina Hubungan Dengan Media
Secara umum, media
berfungsi memberikan informasi, penyebaran pengetahuan, unsur mendidik, dan
menghibur kepada pembacanya. Selain itu, fungsi khusus pers adalah mempengaruhi
opini masyarakat, melakukan sistem kepengawasan sosial, dan memiliki kekuatan.
Jadi dimensi dari fungsi-fungsi khusus pers tersebut di negara maju sering
disebut the fourth estate, atau
merupakan kekuatan keempat.
Dimensi fungsi
public relathions akan bertolak belakang dengan fungsi pers, karena publlikasi
yang berkaitan dengan humas justru bersifat positif. Hal tersebut dilakukan
dengan penyebaran informasi atau pesan untuk meningkatkan pengenalan,
pengetahuan, persuasive, dan pendidikan. Semua itu dilakukan sebagai upaya
menciptakan citra dan opini masyarakat kepada sesuatu yang positif, serta
menghindarkan unsur-unsur pemberitaan atau publikasi yang bersifat negative,
sensasional, sehingga dapat menimbulkan keresahan, polemic, atau kontroversial,
di masyarakat.
Jadi, fungsi
huams dalam upaya menyebarkan pesan, informasi, publikasi, hingga mengeluarkan
berita yang dapat bekerja sama dengan pers menggunakan formula menghindari
publisitas dan berita negative. Artinya, pejabat humas harus dapat
memilah-milah dengan pasti di antara informasi dan publikasi, atau berita
tersebut yang boleh direlease (disiarkan) atau dimana di antara informasi
tersebut tidak di boleh diketahui secara umum, dan bahkan tertutup untuk
kalangan pers.
2.6 Aktivitas Public Relations dalam
Menjalin Hubungan dengan Media
Aktivitas untuk
menjalin hubungan baik dengan media dapat dilakukan dengan mengirimkan siaran
pers perusahaan ke media, memformulasikan isu penting di organisasi yang
menarik untuk media, menyelenggarakan ramah tamah dengan, media,
menyelenggarakn kunjungan lapangan untuk pers, menyelenggarakn acara-acara
khusus, wawancara khusus, menyediakan/menjadi narasumber media, dan monitoring
pemberitaan media.
Selain itu,
dalam praktik hubungan pers terdapat beberapa bentuk kegiatan yang melibatkan
insan pers. Kegiatan ini baku dilakukan oleh lembaga yang menguasai
praktik-praktik kehumasan professional, baik di luar negeri maupun di
Indonesia. Bentuk kegiatan hubungan pers menurut Aceng Abdullah dalam buku Press Relations Kiat Berhubungan dengan
Media Massa adalah sebagai berikut.
a.
Penyebaran
siaran pers
Penyebaran
siaran pers biasanya berupa lembaran siaran berita yang dibagikan kepada para
wartawan atau media massa yang dituju. Siaran pers memiliki fungsi yang sama
dengan fungsi media massa. Kegiatan pembuatan dan penyebaran siaran pers ini
merupakan kegiatan hubungan pers yang paling efisien.
b.
Konferensi
pers atau jumpa pers
Konferensi pers biasanya dilakukan menjelang,
menghadapi ataupun setelah terjadi peristiwa penting dan besar.
c.
Kunjungan
pers
Kunjungan
pers atau yang biasa disebut pers tour
adalah mengajak wartawan untuk berkunjung ke suatu lokasi, baik yang berada
dilingkungannya, maupun ke tempat lokasi yang memiliki kaitan erat dengan
kiprah lembaga atau instansi terkait.
d.
Resepsi
pers
Resepsi
pers adalah mengundang para insan media massa dalam sebuah resepsi atau acara
khusus diselenggarakn untuk para pemburu berita. Acaranya bisa berupa jamuan
makna, kemudian dilanjutkan dengan hiburan.
e.
Peliputan
kegiatan
Peliputan
kegiatan merupakan yang paling dikenal di antara kegiatan pers lainnya.
Peliputan kegiatan dilakukan saat sebuah instansi mengadakan kegiatan tertentu,
khususnya yang mempunyai nilai berita. Media massa diundang untuk meliputi
kegiatan tersebut.
f. Wawancara
pers
Jika
lima kegiatan di atas merupakan prakarsa dan organisasi, maka wawancara pers
merupakan inisiatif dari pihak media massa. Terdapat dua wawancara, yaitu
wawancara yang dipersiapkan dan wawancara spontan.
Menurut Jefkins,
terdapat bentuk-bentuk hubungan dengan media yang memungkinkan kita untuk
mengenal lebih dekat denga media adalah sebagai berikut.
1. Kontak
pribadi (personal contact)
Pada
dasarnya, keberhasilan pelaksanaan hubungan media dan pers, tergantung “apa dan
bagaimana” kontak pribadi antara dua belah pihak yang dijalin melalui hubungan
informal. Hubungan harus dibangun atas dasar kejujuran, saling pengertian,
saling menghormati, dan kerja sama, yang baik demi tercapainya tujuan atau
publikasi positif.
2. Pelayanan
informasi pribadi (news service)
Pelayanan yang maksimal dapat diberikan oleh humas
kepada pihak media dalam bentuk pemberian informasi, publikasi, dan berita,
baik tertulis, tercetak (press release,
news letter, photo press), maupun yang terekam (video release, cassets recorder, slide film).
3. Mengantisipasi
kemungkianan hal darurat (contingency
plan)
Demi menjaga hubungan baik dengan media, seorang
humas harus siap mengantisipasi dan melayani adanya kemungkinan peermintaan
yang bersifat mendadak. Bentuknya berupa wawancara maupun konfirmasi yang
dilakukan oleh pihak media.
Aktivitas lain
yang dapat dilakukan PR adalah mengunjungi kantor/redaksi media massa, membuat
siaran pers (press realese),
memberikan kesempatan wawancara pers, membuat press counter, membuat forum diskuai wartawan, keterangan pers,
peliputan kegiatan sampai dengan aktivitas yang dilakukan untuk mempererat
hubungan secara pribadi antara PR denga wartawan yang tidak ada kaitannya
secara langsung dengan pemberitaan, seperti memberi ucapan selamat ulang tahun,
kenaikan jabatan, mengirim kartu, bunga, gift, berkorespondensi, dan
sebagainya. Aktivitas membina hubungan baik jangan hanya dilakukan ketika
lembaga atau PR membutuhkan pers tetapi dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan sehingga menimbulkan saling pengertian, saling menghargai,
saling percaya dan slaing membantu antara PR dan insan pers.
2.7 Kasus Lembaga Pemerintah yang
Pernah Muncul
a.
Pemerintah Kembali Dituding Berbohong
Selasa, 5 April 2011 | 21:12 WIB
ARY WIBOWOSejumlah Tokoh Lintas Agama mengungkap enam
kebohongan baru pemerintah di Maarif Institute, Jakarta, Selasa (5/4/2011)
JAKARTA,
KOMPAS.com - Sejumlah Tokoh lintas agama kembali menyampaikan enam
kebohongan baru yang dilakukan oleh pemerintah, Selasa (5/4/2011). Dalam jumpa
pers yang berlangsung di Maarif Institute, tebet, Jakarta Selatan, mereka
merinci enam kebohongan tersebut, yakni, pembangunan infrastruktur (jalan tol),
pengembangan kawasan ekonomi khusus, program swasembada pangan, pembohongan
dalam pendidikan, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dan memperbanyak janji
bagi masyarakat miskin.
"Tokoh
lintas agama pernah bertanya ke para pakar ekonomi mengenai kondisi ekonomi
politik masyarakat saat ini. Apakah semuanya sudah sesuai dengan UUD 45, dan
amanat konstitusi? Menurut saya tidak," ujar Koordinator Tokoh Lintas
Agama Syafii Maarif.
Enam
kebohongan yang disampaikan para tokoh lintas agama ini adalah:
1.
Pembangunan Infrastruktur (jalan tol). Pada saat meluncurkan rencana
pembangunan infrastruktur (jalan tol) saat meresmikan jalan tol Cipularang pada
12 Juli 2005 lalu, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 1,697
km dalam waktu lima tahun. Namun, realisasi hal tersebut dinilai jauh dari
harapan. Dalam waktu lima tahun, jalan tol baru yang siap beroperasi hanya
bertambah 73 km atau sekitar 15 km pertahun, yang artinya 4,5 persen dari
target
2.
Pengembangan kawasan ekonomi khusus. Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJMN) tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. 5 Tahun
2010 mengenai penguatan daya saing ekonomi. Namun, sampai saat ini penguatan
daya saing tersebut belum terlaksana dengan baik.
3.
Program swasembada pangan dan problem Ketahanan pangan. Pada tahun 2009,
Presiden menyatakan, pada tahun 2014 akan berswasembada beras, kedelai, dan
jagung. Presiden SBY juga merencanangkan program "Surplus Beras" 10
juta ton/tahun, dengan pembukaan sawah baru dan disokong program food estate.
Namun, hingga kini janji tersebut dinilai belum terealisir. Yang terjadi,
luasan lahan produktif justru menyusut 100.000 hektar per tahun dan jumlah
petani gurem meningkat dari 1,3 juta rumah tangga pada 2003 menjadi 15,6 juta
rumahtangga pada tahun 2010.
4.
Pembohongan di sektor pendidikan. Janji pemerintah untuk memberikan anggaran
sebesar 20 persen tidak terlaksana. Begitupula dengan janji bahwa perbaikan
ruang sekolah rusak akan selesai pada tahun 2008.
5.
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pemerintah dinilai telah melakukan
pembohongan dalam pembuatan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional yang seharusnya dibuat Presiden dan DPR. Kenyataannya, dalam RUU BPJS
yang dimulai dibahas pada 24 November 2010 itu dibuat tanpa keterlibatan
pemerintah karena RUU BPJS adalah RUU inisiatif DPR RI.
6.
Memperbanyak janji bagi masyarakat miskin. Presiden SBY berjanji untuk
mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berkeadilan. Namun, saat
ini program penanggulangan kemiskinan dinilai semakin menjauhkan kelompok
miskin dari akses atas pembangunan yang berkeadilan. Sebab kebijakan dan
program bagi kelompok miskin cenderung "sedekah", seperti Raskin,
BLT, BOS, dan Jamkesmas.
Sementara
itu, tokoh Nahdlatul Ulama, Solahuddin Wahid (Gus Solah) menilai, inti dari
sejumlah permasalahan itu adalah tidak pekanya pemerintah terhadap UUD yang
seharusnya mensejahterakan rakyat.
"Inti
dari masalah ini adalah pemerintah tidak peka terhadap UU kesejahteraan rakyat.
Coba lihat pasal 33 UUD 1945. Pasal itu dasar dari kesejahteraan ekonomi
masyarakat," tandasnya.
Pada
Januari lalu, para tokoh lintas agama juga menyampaikan sembilan
kebohongan baru pemerintah yang
berkenaan dengan kebebasan beragama; kebebasan pers; perlindungan terhadap
TKI-pekerja migran; transparansi pemerintahan, pemberantasan korupsi;
pengusutan rekening mencurigakan (gendut) perwira polisi; politik yang bersih,
santun, beretika; kasus mafia hukum yang salah satunya adalah kasus Gayus H
Tambunan; dan terkait kedaulatan NKRI.
2.8 Strategi Publik Relations Dalam
Merespons Krisis
Berbagai cara
bisa dilakukan untuk merespons situasi krisis. Respons perusahaan atas krisis bisa
bermacam-maccam, mulai dari bertahan sampai yang akomodatif. Beberapa cara yang
dapat dilakukan untuk merespons situasi krisis adalah sebagai berikut.
1. Menyerang pihak yang memojokkan
perusahaan dengan memberikan fakta yang mendukung dan menjelaskan kepada publik
bahwa tuduhan itu tidak beralasan. Tujuan serangan balik
ini bermaksud mengurangi krediblilitas pihak yang mnyerang dan mengklarifikasi
isu yang dituduhkan.
a. Assange
Serang Balik Biden
Selasa, 21 Desember 2010, 13:50
WIB
TEMPO Interaktif, London - Pendiri
situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks, Julian Assange menyerang balik Wakil
Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebutnya teroris hi-tech atau
canggih. Assange mengatakan meski bebas dengan jaminan, penahanan dirinya
beberapa waktu di penjara London adalah sebuah bentuk penahanan hi-tech atau
canggih.
Pernyataan
Biden yang menyebut Assange teroris adalah pernyataan paling keras yang
dikeluarkan pejabat pemerintahan Obama sejak WikiLeaks membocorkan kawat
diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di seluruh negara. Biden mengklaim
dengan dibocorkannya kawat diplomatik ini maka Assange telah membuat semua
pejabat Amerika dalam bahaya juga membuat semua kepentingan Amerika
terancam.
Dalam
acara "Meet the Press" di stasiun televisi NBC yang disiarkan Minggu
(19/12), Biden juga mengatakan pemerintah Amerika Serikat sedang mencari jalan
untuk mencegah kebocoran lebih jauh lagi. "Departemen hukum lagi mencari
caranya," kata Biden. Termasuk, kata Biden, untuk menuntut dan membawa
Assange ke pengadilan.
Assange
pun menanggapi. "Biden menyerang organisasi kami dan pers dengan tujuan
kekerasan atau politis, jadi siapa sebenarnya yang teroris?" kata Assange
kepada harian El Pias, Spanyol.
Pengadilan
Tinggi memutuskan pendiri WikiLeaks Julian Assange bebas dengan jaminan 200
ribu pounds (Rp 2,8 miliar), Kamis (16/12). Assange saat ini tinggal di
Ellingham Hall, rumah temannya di Inggris. Tiap hari, Assange harus melapor ke
kantor polisi setempat. Sehinga dia pun tidak bisa jauh dari rumah.
Sejak
akhir bulan lalu, situs pembocor dokumen rahasia yang didirikan Assange, WikiLeaks
membocorkan kawat diplomatik milik Kedutaan Besar Amerika Serikat di seantero
dunia. WikiLeaks mengklaim memiliki lebih dari 250 kawat diplomatik dari tahun
1966 sampai 2010. Sampai hari ini Wikileaks sudah mengeluarkan 1818
dokumen.
2. Perusahaan berusaha merespons
krisis dengan melakukan penyangkalan. Hal ini cukup
sederhana. Pada hakikatnya, organisasi hanya menjelaskan kepada public bahwa
tidak benar perusahaan mengalami krisis.
a. Ariel
Bantah Video Museum
Senin, 07 Juni 2010 09:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -
Nazril Ilham alias Ariel semula cuma tersenyum getir saat ditanya soal adegan
mesum sepasang muda-mudi mirip dirinya dan Luna Maya di gambar video yang saat
ini bikin heboh jagat hiburan tanah air.
Namun,
mungkin karena telinganya terlalu gatal mendengarkan gunjingan di luar, ia
akhirnya menceploskan satu kalimat bantahan dari bibirnya langsung.
"Enggak lah," jawab Ariel seusai difoto sejumlah fotografer sebelum
tampil pada konser musik MTV EXIT yang digelar di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu
(6/6) malam.
Ariel
tampak tidak berniat meladeni pertanyaan lanjutan. Kepada seorang fotografer
media cetak lokal yang mengajukan pertanyaan tadi, ia mengajak menepuk tangan
sebagai tanda pertemanan. "Biar lu sama gua
enggak slek (berantem)," tambah Ariel mencoba berkelakar. Ia
berlalu pergi, menghilang di balik panggung.
Sekitar
30 menit berselang, Ariel muncul kembali. Ia tampil di atas panggung bersama
Uki, Lukman, David, dan Reza. Mereka menghibur ribuan penonton lewat
lagu Kupu-kupu Malam.
Para
penonton pun bergoyang ikuti irama. Namun, pascaheboh video mesum, tampaknya
ada beberapa penonton yang mulai tidak bersimpati dengan Ariel. Lima meter
dari Tempo berdiri, di antara ribuan penonton terdengar suara
teriakan menghujat Ariel.
Saat
Tempo menghampiri dan mengajukan pertanyaan apakah ia sudah melihat video
tersebut, bocah berumur lima-belasan tahun itu menggeleng. "Belum. Gua
ngelihat di televisi-televisi aja. Gua yakin emang Ariel," ujar Adit
Jangka asal CIledug.
b. Carrefour
: Kami Tidak Jual Crocs Palsu
JAKARTA,
KOMPAS.com — Carrefour membantah menjual barang palsu, termasuk alas kaki
merek Crocs. Waralaba swalayan itu melindungi dan menjaga hak paten milik pihak
lain. Hal itu diungkapkan Hendri Satrio, External Communication Manager
Carrefour Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/9/2010).
"Saya
memastikan bahwa Carrefour tidak menjual barang palsu. Saya sudah konfirmasi ke
Store Manager di Lebak Bulus dan memang tidak ada promo Crocs di swalayan
kami," ujar Hendri. "Memang ada sandal yang mirip Crocs, tapi bukan
Crocs dan tidak memakai merk atau logo Crocs," lanjutnya.
Sebelumnya
diberitakan bahwa produk Crocs yang diklaim asli ditawarkan di salah satu gerai
yang berlokasi di Carrefour Lebak Bulus dengan potongan harga 50-70 persen.
Kecurigaan mengenai keaslian produk tersebut muncul mengingat barang yang
ditawarkan di gerai itu sama dengan yang ditawarkan di situs jejaring sosial.
Rentang harga yang ditawarkan pun sama. Bedanya, penjual di situs jejaring
sosial mengakui bahwa Crocs yang ditawarkan adalah palsu atau biasa disebut
"KW".
Menurut
Hendri, apa yang dijual di gerai penyewa itu adalah tanggung
jawab tenant atau penyewa. "Dalam hal ini, Carrefour tidak
tahu-menahu," ujarnya. "Yang jelas di wilayah swalayan Carrefour,
kami tidak menjual barang palsu."
3. Pilihan respons selanjutnya adalah
dengan melakukan pembenaran. Perusahaan, organisasi atau
individu membela diri, bahwa yang dilakukannya benar, walaupun hal tersebut
memancing polemik di tengah masyarakat.
a. Gubernur
Sumber ke Jerman untuk Promosi
Rabu,
3 November 2010, 21:07 WIB
PADANG,
KOMPAS.com — Kunjungan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke Jerman
saat ribuan korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai masih belum
mendapatkan pertolongan maksimal, berdasarkan keterangan resmi Pemerintah
Provinsi Sumatera Barat, ternyata salah satunya untuk mempromosikan wisata dan
potensi investasi.
Dalam
rilis yang diterima Kompas dari Kepala Biro Humas dan Protokol
Pemprov Sumbar Surya Budhi disebutkan, beberapa poin tujuan kunjungan Gubernur
Sumbar ke Jerman.
Kunjungan
ke Jerman merupakan undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin untuk
menjadi salah satu pembicara dalam ajang Indonesia Bussines Day di Muenchen,
Jerman 5 November.
Selain
itu, Irwan dijadwalkan akan mengadakan pertemuan khusus dengan Gubernur Bavaria
untuk membicarakan kemungkinan kerja sama luar negeri, tidak hanya di bidang
investasi, tetapi juga pariwisata dan perdagangan.
Disebutkan
juga dalam rilis tersebut bahwa Gubernur Sumbar akan menjalin kemungkinan kerja
sama sister province antara Sumbar dan Bavaria.
Sementara
itu, pada tanggal 6 November, Irwan dijadwalkan mengunjungi Messe Muenchen Bio
Solar Rooftop Facility dan Bio Energie Tann. Kedua institusi itu disebut
bergerak di bidang energi terbarukan yang kabarnya sangat bermanfaat bagi
Sumbar.
Wakil
Gubernur Sumbar Muslim Kasim pada Rabu (3/11/2010) mengatakan, sebelum
berkunjung ke Jerman, Irwan memang sempat bertanya, apakah dia boleh
mengunjungi Jerman.
Muslim
saat itu menjawab, boleh saja berkunjung ke luar negeri karena memang hal
tersebut terkait dengan tugas-tugas pemerintahan.
Namun,
kunjungan ke Jerman ini mendapat banyak kritikan karena dilakukan bersamaan
dengan masih kacau-balaunya penanganan gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai
yang menewaskan lebih dari 400 nyawa manusia dan membuat ribuan orang terpaksa
tinggal di pengungsian.
Pada
saat yang sama, korban gempa dan tsunami juga terancam kelaparan karena
distribusi bantuan masih belum maksimal.
4. Reaksi berikutnya perusahaan berusaha
untuk meraih simpati publik. Respons seperi ini biasanya
diikuti dengan aktivitas-aktivitas yang berorientasi melayani kepentingan
public. Seperti memberikan pengobatan gratis, sunatan massal, memberikan ganti
rugi, dan lain-lain. Hal ini dilakukan dengan maksud mengembalikan kepercayaan
public setelah perusahaan terkena krisis.
a. Mandala
Minta Konsumen Kirim Nomor Rekening via Email untuk Refund
Kamis,
13/01/2011, 12:18 WIB
Nurul Qomariyah – detikFinance
Jakarta - Mandala Airlines yang stop sementara
penerbangan meminta para konsumennya untuk mengirimkan surat elektronik (email)
dan nomor rekening bank untuk mempermuda proses refund. Namun tidak
disebutkan kapan refund bisa diterima para konsumen.
"Untuk membantu kami dalam proses refund, dimohon mengirim email dan
nomor rekening bank ke cust.feedback@mandalaair.com," demikian pengumuman
Mandala Airlines melalui akun twitternya, @mandalaair, Kamis (13/1/2011).
Pihak Mandala sebelumnya berjanji memberikan refund yang fair kepada para
pemegang tiketnya. Berdasarkan situs Mandala Airlines, para calon pemumpang
yang refund disarankan untuk menghubungi pusat layanan atau melalui email
di cust.feedback@mandalaair.com. Call Center Mandala Airlines adalah di
nomor 0804-1234567 atau (021)56997000 dan untuk wilayah di luar
Indonesia adalah (021)56997000. Sayangnya, ketika nomor tersebut
dihubungi, nada sibuk dan sulit sekali untuk masuk.
Kantor pusat Mandala Airlines di kawasan Tomang pun hingga siang ini masih
dipenuhi oleh para agen dan penumpang yang hendak refund. Tempat layanan
tampak diantre ratusan orang, dan pihak Mandala menjanjikan akan membereskan
refund dalam 2-3 hari.
Konsumen hingga siang ini masih kebingungan, terutama untuk yang sudah
mengantongi tiket penerbangan Kamis dan Jumat ini. Mereka kelimpungan karena
harus menyediakan dana ekstra untuk pembelian tiket dari maskapai lain dan
itupun tiket belum tentu tersedia.
Misalnya yang dialami Aris Munandar, salah satu penumpang yang seharusnya
berangkat ke Yogya bersama 6 orang anggota keluarga pada Jumat (14/1/2011)
besok dan kembali pada Senin (17/1/2011). Aris sudah memesan tiket dari
jauh-jauh hari karena acara di Yogya tersebut sangat penting.
"Sekarang saya harus pontang-panting mencari tiket penerbangan lain, dan
harus menyediakan dana ekstra karena uang refund belum diterima. Apa
harus ke Bandara Soekarno Hatta untuk refund ini? Saya di SMS pemberitahuan
dari pihak mandala baru tadi pagi, supaya menghubungi di nomor 021-56997000
tapi susahnya minta ampuun," keluhnya.
Hal lebih parah dialami oleh Puteri, yang hingga Kamis siang belum juga
mendapatkan SMS konfirmasi dari Mandala soal stop operasional. "Untung
saya sudah baca dari media, jadi saya sudah beli tiket dari maskapai lain.
Sekarang tinggal urus refund," ujar Puteri saat berbincang dengan
detikFinance.
5. Respons yang kelima adalah
perusahaan berjanji untuk memperbaiki kesalahannya dengan melakukan tindakan
yang benar. Respons ini menuntut kebesaran ahti perusahaan
untuk mengakui kesalahannya danmenyakinkan bahwa masalah tidak akan terjadi
lagi untuk kedua kalinya.
a. Woods
Mengaku Salah di Depan Wartawan
Selasa,
6 April 2010, 05:28 WIB
AUGUSTA,
Kompas.com - Pegolf dunia Tiger Woods mengaku telah berbohong selama ini
dan akan lebih fokus pada karir dan keluarganya.
Hal
ini diungkapkan oleh Woods dalam konferensi pers, Senin (05/04) menjelnag
dilangsungkannya turnamen golf US Masters. Ini merupakan turnamen golf pertama
Woods sejak terungkapnya kasus perselingkuhan yang hampir membuat keluarganya
berantakan.
"Saya telah membohongi banyak pihak, mengecewakan
mereka dan membuat mereka putus asa," kata Woods. "Saya juga
membiohongi diri saya sendiri. Saya bertanggungjawab sepenuhnya atas apa yang
saya lakukan dan ini sangat berat."
Woods
juga menyebut isterinya, Elen Nordergren tidak akan datang dalam turnamen US
Masters yang berlangsung di Augusta National. Woods telah absen dari lapangan
golf sejak mengikuti Australia Masters pada 15 November lalu.
Menjelang
turnamen ini, Woods tampak santai. Ia bermain 18 hole bersama juara US Masters
1992, Fred Couples dan kemudian bergabung bersama juara 2003, Jim Furyk.
Woods juga mengaku akan berusaha lebih mengontrol emosi
dan fokus pada permainan. "Saya akan berusaha lebioh memperhatikan
perilaku saya,"katanya. "Bukan hanya tentang turnamen ini, tetapi
juga tentang hidup. Saya kan bnerusaha menjadi manusia yang lebih
baik."
6. Respons
terakhit meminta maaf. Dalam hal ini perusahaan bertanggung jawab untuk krisis
yang terjadi dan meminta maaf secara terbuka kepada public. Pada kenyataannya
meminta maaf justru memerlukan keberanian yang lebih besar daripada memberi
maaf. Meminta maaf yang melambangkan sikap sportif dan ksatria.
a. TV
One Mengaku Salah, Tidak “Cover Both Side”
Senin, 12
April 2010, 18:57 WIB
JAKARTA,
KOMPAS.com — Pihak televisi swasta TV One mengaku melanggar kode etik
jurnalistik karena membuat program berita yang tidak seimbang atau cover
both side. TV One hanya menghadirkan Andris Ronaldi sebagai makelar kasus yang
biasa beraksi di kepolisian tanpa menghadirkan pihak kepolisian untuk mengklarifikasi
keterangan Andris dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi edisi 24
Maret.
Hal
tersebut disampaikan Ketua Dewan Pers Bagir Manan seusai mediasi dengan TV One
dan Polri di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (12/4/2010).
Bagir
mengatakan, atas pelanggaran kode etik tersebutlah permasalahan antara TV One
dan Polri akan diselesaikan menurut aturan kode etik seperti dengan menggunakan
hak jawab, hak koreksi bagi TV One, serta pihak TV One meminta maaf kepada
Polri dan masyarakat. "Tentu saja TV One juga punya kewajiban meyakinkan
itu sebagai makelar kasus kepada Dewan Pers," katanya.
Bagir
juga menyampaikan bahwa TV One tidak melanggar kode etik menyangkut identitas
Andris karena menurut keterangan pihak TV One kepada Dewan Pers, TV swasta itu
tidak membuka identitas narasumbernya, tetapi narasumbernya sendiri yang
membuka identitasnya.
"Karena
Andris membuka identitasnya dengan berbicara di kepolisian dan menggelar jumpa
pers," tambahnya. Sebelumnya, TV One dilaporkan oleh kepolisian karena
diduga merekayasa adanya makelar kasus bernama Andris Ronaldi yang kerap
beraksi di kepolisian. Saat ini, Andris masih dalam pemeriksaan polisi.
Selain
itu, untuk menyelesaikan krisis, manajemen harus memiliki crisis management plans yang didesain secara teliti untuk
menghadapi berbagai level krisis yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, jika
terjadi kondisi krisis, maka perusahaan dapat mendefinisikan dan merespons
dengan baik.
Kasusu
klasik mengenai manajemen krisis aalah bagaimana kesuksesan Johnson &
Johnson menangani krisis Tylenol pada awal 80-an. James Bruke CEO Johnson &
Johnson memimpin timnya dan memberikan arahan berdasarkan prinsip-prinsip yang
ada. perusahaan bertanggung jawab kepada konsumen dan stakeholders, yaitu karyawan dan pemegnag saham dengan menarik
produk yang bermasalah dari pasaran.
Melalui
persiapan yang matang, pemimpin dapat memerintahkan bagaimana dan apa yang
sebaiknya dilakukan saat krisis terjadi.
Mengantisipasi
krisis dapat dilakukan dengan menggunakan perencanaan strategik dan manajemen
risiko. Setiap krisis harus dihadapi secara serius oleh pimpinan dan
disampaikan kepada public secara jujur. Pemimpin harus dapat belajar dari
setiap krisis yang terjadi.
Gambar
berikut menunjukkan bagaimana mengidentifikasi siklus krisis, dimulai dengan
persiapan menghadapi krisis (preparedness
for crises), penyelesaian krisis (crisis
resolution), mengambil pelajaran dari krisis (consolidation of learning), mengkomunikasikan kepada publik (communication for change), dan
berkomitmen untuk melakukan perbaikan di masa depan (initation of change).
Keterbukaan
informasi yang merupakan hasil dari pemberitaan media, sering kali memengaruhi
jalannya bisnis perusahaan dan dapat memberikan dampak negative dalam hal
keuangan, politik, dan hukum.
Besarnya
nilai kerugian harus diantisipasi, terutama saat krisis tidak ditangani dengan
baikdalam konteks persepsi media dan opini public. Manajemen krisis bertujuan
memberikan resppons yang tepat di saat yang tepat.
Beberapa
pedoman umum berikut dapat membantu manajemen pada saat krisis.
1. Mempersiapkan
contingency plan (anggota tim krisis
manajemen dapat dibentuk dalam waktu singkat, selalu diadakan pelatihan untuk
menghadapi berbagai macam krisis).
2. Segera
umumkan official spokesperson (anggota
tim krisis) yang berhak bicara dan memberikan keterangan mengenai krisis ke
public dan media.
3. Bergerak
cepat (jam pertama ketika krisis terjadi sangat crusial, karena media sering memberikan informasi berdasarkan
kejadian awal krisis).
4. Gunakan
konsultan manajemen krisis (saran dari konsultan PR sangat penting).
5. Memberikan
informasi yang akurat dan benar (ingat, mencoba untuk memanipulasi informasi
akan membalik menjadi bahaya jika kebenaran ditemukan).
6. Ketika
memutudkan bertindak, jangan hanya mempertimbangkan kerugian jangka pendek,
tetapi pikirkan juga efek jangka panjang.
Eksekutif
di semua tingkat organisasi bekerja untuk mengelola krisis dan sering
melakukannya dalam hitungan hari. Keterampilan mereka benar-benar di uji ketika
harus mengelola krisis yang berpotensi mengganggu jalannya organisasi.

Komentar
Posting Komentar