Pentingnya Hubungan Public Relations dan Media Relations dalam Menyelesaikan Sebuah Krisis

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Public relations sebagai fungsi komunikasi dalam organisasi dan sebagai profesi, saat ini telah berkembang cukup baik di Indoneisa. Fungsi PR yakni menyampaikan informasi kepada khalayak, telah dilakukan oleh berbagai pihak sejak awal Indonesia merdeka walaupun perkembangan fungsi dan praktik PR di Indonesia tidak terlampau pesat.

Aktivitas PR dalam organisasi cukup banyak. Aktivitas PR yang paling banyak dilakukan adalah Media Relations, yakni menjalin hubungan baik dengan pihka media massa yang dalam hal ini diwakili oleh para wartawan/jurnalis. Saat organisasi berkeinginan adanya publikasi, maka pimpinan akan menugaskan PR untuk menghubungi media dan mengundang mereka saat acara yang dimaksud diselenggarakan. PR sesungguhnya perlu berinisiatif membuat program media relations secara rutin per tahunnya.

Selain membnagun hubungan dengan media , PR juga dituntut agar memiliki kemampuan dalam menyelesaikan sebuah isu, krisis maupun konflik yang terjadi pada sebuah perusahaan. Tidak semua krisis adalah krisis public relations. Sutau krisis dikatakan krisis public relations apabila krisis yang terjadi mengakibatkan rusaknya citra dan reputasi perusahaan, organisasi atau citra seseorang dimata public. Maka dalam krisis PR, media adalah factor pentingdalam mentransformasikan sebuah krisis menjadi krisis public relations.

 

1.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah disampaikan, kita dapat mengambil beberapa rumusan masalah dalam makalah ini, diantaranya:

1.      Apa pengertian media relation?

2.      Apa saja fungsi dan tugas media?

3.      Apa pentingnya Public Relations membangun hubungan dengan media?

4.      Apa saja aktivitas PR dalam menjalin hubungan dengan media?

5.      Kasus apa yang pernah terjadi pada kembaga pemerintahan?

6.      Apa strategi PR dalam menyelesaikan sebuah krisis sehingga kembali pulih?

 

1.3  Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah yang ada mita dapat menyimpulkan bahwa tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu:

1.      Mengetahui pengertian Media Relations

2.      Mengetahui apa saja fungsi dan tugas media

3.      Mengetahui pentingnya PR menjalin hubungan dengan media

4.      Mengetahui aktivitas PR dalam menjalin hubungan dnegan media

5.      Mengetahui kasus yang pernah terjadi pada lembaga pemerintah

6.      Mengetahui strategi PR dalam enyelesaikan sebuah krisis.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Media Relationship

 

Media relations atau hubungan media adalah aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh individu ataupun profesi humas suatu organisasi, untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa, dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang (balance).

Media relations memiliki beberapa define, antara lain yang dikemukakan oleh Rosady Ruslan dalam bukunya Manajemen PR, yang menerangkan, “bahwa hubungan pers adalah suatu kegiatan humas dengan maksud menyampaikan pesan (komunikasi mengenai aktivitas yang bersifat kelembagaan, perusahaan atau institusi, produk, serta kegiatan yang bersifat perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan media massa untuk menciptakan piblisitas dan citra positif di mata masyarakat.

Dalam buku Public Relations, Frank Jefkins mendefinisikan hubungan pers (media relations) sebagai, “usaha mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimal atas suatu pesan atau info hubungan masyarakat dalam menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari perusahaan yang bersangkutan.” Hubungan pers juga bisa diartikan sebagai bagian PR eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara perusahaan dan publiknya, untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hubungan pers yang bertujuan untuk menciptakan pengetahuan dan pemahaman yang didasari oleh kejujuran dan objeksivitas. Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hanya akan menghancurkan reputasi organisasi di mata public. Senada dengan apa yang diungkapkan Cutlip dan Center berikut, “Good media relationship are earned trough honest helpful news service provided in an atmosphere of mutual respect and condor”. (hubungan media yang baik dapat diraih melalui kejujuran dan layanan media yang sangat membantu, yang dibangun dalam atmosfer saling terbuka dan hormat-menghormati satu sama lain).

Dalam profesi humas, hubungan media sering kali dipahami sebagai penanganan krisis, dengan memberitakan hal-hal positif tentang perusahaberita negatif. Pada  saat krisis, cara terbaik penanganna hubungan media oleh humas adalah mengakui dan memperbaiki kesalahan dengan menginformasikan usaha-usaha ke depan.

Dalam hal ini baik media massa maupun humas berada dalam posisi saling memanfaatkan dan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme). Contoh pemanfaatan media massa untuk kepentingan organisasi dan publisitas positif adalah liputan berita saat Fraksi PDIP DPR mengembalikan total uang insentif legislasi sebesar Rp3,4 miliar. Sebetulnya hal tersebut bisa dilakukan tanpa liputan berita, namun dengan liputan media, maka kejadian tersebut memberikan citra positif untuk organsasi dan disaat yang sama media massa mendapatkan berita.

 

2.2 Fungsi dan Kegiatan Media Relations

 

Philip Lesley, penulis buku Public Relathions Handsbook mengemukakan fungsi humas dalam hubingan dengan pers, yaitu sebagai berikut.

a.      Fungsi pasif dan layanan

Fungsi pasif berarti pihak humas hanya menaggapi permintaan pers dan tidak melakukan inisiatif tertentu.

b.      Fungsi setengah aktif

Secara kontinyu humas mempersiapkan penyebaran info tentang berbagai kejadian di organisasi kepada berbagai media.

c.       Fungsi aktif

Dalam fungsi aktif, humas menggunakan inisiatif dalam mendekati kalangan media.

Untuk menjelankan fungsi tersebut maka lima sasaran dalam pers relations yang diharapkan dapat dicapai oleh humas adalah sebagai berikut.

1)      Memperoleh publisitas seluas mungkin tentang kegiatan serta langkah organisasi yang dianggap baik untuk diketahui public.

2)      Memperoleh tempat dalam pemberitaan media secara objektif, wajar, dan berimbang mengenai hal-hal yang menguntungkan organisasi.

3)      Memperoleh umpan balik mengenai upaya dan kegiatan organisasi.

4)      Melengkapi data bagi pimpinan organisasi untuk keperluan kebijaksanaaan.

5)      Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi saling percaya dan menghormati.

Berdasarkan definisi hubungan pers, analisis Frank Jefkins pada tujuan pokok diadakannya hubungan pers adalah untuk menciptakan pengetahuan dan pemahaman. Jadi, bukan semata-mata menyebarkan suatu pesan sesuai dengan keinginan organisasi atau klien demi mendapatkan citra produk atau sosok yang lebih indah daripada aslinya dimata umum. Tidak seorangpun yang berhak untuk mendikte apayang harus diterbitkan atau disiarkan oleh media massa, setidaknya dalam suatu masyarakat yang demokratis.”

Adapun manfaat Media Relations adalah sebagai berikut.

1)      Membangun pemaenyelenggarakan konferensi pers, haman mengenai tugas dan tanggung jawab organisasi dan media massa.

2)      Membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati dan menghargai serta kejujuran dan kepercayaan.

3)      Penyampaian/perolehan informasi yang akurat, jujur, dam mampu memberikan pencerahan bagi public.

 

2.3 Perkembangan Media Massa

 

Istilah media mulai dipergunakan pada tahun 1920-an, isitilah media juga mengacu pada design serta jenis media. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah media sering disebut sebagai slauran menyampaikan informasi. Berdasarkan bentuknnya media terdiri dari media cetak seperti surat kabar, tabloid, dan majalah. Bentuk lain dari media yakni media elektroik, meliputi televise, radio siaran, film, internet atau media cyber. Media cyber terdiri dari (1) Media massa online, seperti magazine online, newspaper online, digital television dan digital radio. (2) media non-massa online, meliputi videoconference, chatting dan teleconference, E-mail, youtue, blog, dan lainnya. (3) sosial media online, yakni media yang saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat seperti facebook, twitter, whatsip, line dan sebagainya.

Media massa saat ini telah menjadi industry raksasa yang mengedepankan keuntungan materiil. Media massa kendati masih memiliki idealism yakni mewakili kepentingan masyarakat, namun juga tidak lepas dari pencarian keuntungan untuk biaya operasional dan peningkatan kualitas produk. Ruang-ruang media cetak banyak digunakan untuk pemasangan iklan. Begitu juga waktu siaran baik di radio dan televise, dipenuhi dengan iklan komersial. Keuntungan iklan inilah yang kemudian memperkuat bisnis media serta memperluas jarigan-jaringan kerja mereka. Sebagai contoh Surat Kabar Kompas yang kemudian mengembangkan sayapnya ke radio (Sonora), kini juga memiliki stasiun televise sendiri (TV 7 yang kemusian bergabung dengan Trans TV) selain juga beberapa media cetak lain seperti majalah computer, Hai, Tabloid wanita Nova, dan Tabloid olah raga Bola dan media online.

Hal yang sama terjadi pula pada Media Indonesia yang kemudian membuka stasiun televisi Metro dan kini juga berkolaborasi dengan radio Delta; RCTI dengan radio Trijaya. Perluasan jaringan kerja itu, makin memperkokoh eksistensi media.

 

Perkembangan Industri Media di Indonesia

No

Media

1997*

1999*

2005*

2008**

1.

Media Cetak

a.       Surat Kabar (Harian)

b.      Tabloid (mingguan)

c.       Majalah

 

79

88

114

 

299

886

491

 

245

329

253

 

107

7

99

2.

Media Radio

740 + RRI

1.100+RRI

2000

683

3.

Media Televisi

6

11

65

127

*Data perkiraan Dewan Pers yang dikemukakan dalam diskusi “Menegakkan Profesionalisme Pers: Memberantas Penyalahgunaan Profesi Wartawan”, Jakarta, 12 Desember 2007.

**Data dari Wikipedia Februari 2008

 

Perkembangan media massa di Indonesia, sejak masa reformasi mengalami kenaikanumlah yang signifikan. Bila pada era orde tahun 1997 hanya ada 79 surat kabar harian, maka di era reformasi tahun 1999 menjadi 299 surat kabar. Sedangkan tabloid dari 88 perusahaan di tahun 1997 menjadi 886 di tahun 1999, dan majalah dari 114 perusahaan tahun 1997 menjadi 491 perusahaan di tahun 1999. Namun demikian eforia kebebasan pers ini tidak diimbangi dengan peningkatan minat baca dan kemampuan daya beli masyarakat. Di samping itu, terdapat penurunan konsumsi media cetak di seluruh dunia. Hal ini di karenakan berkembang pesatnya media elektronika yang lebih menarik. Akibatnya banyak perusahaan media cetak baru di Indonesia ‘tumbang’ dan jumlahnya berkurang. Saat ini jumlah media cetak untuk tingkat nasional hanya sekitar 38 perusahaan dan di daerah 69 perusahaan. Di mana koran-koran daerah juga seringkali dalam operasionalnya kemudian bekerjasama dengan surat kabar nasional yang kuat seperti Kompas misalnya.

Sedangkan perkembangan media televisi juga mengalami kemajuan, dari 6 stasiun televisi di tahun 1997 menjadi 11 stasiun televise tahun 1999, 65 stasiun televisidi tahun 2005 dan tahun 2008 menjadi 11 stasiun televisi nasional, 106 televisi lokal, 3 tv khusus dan 7 tv dengan membayar, sehingga total jumlah stasiun tv di Indonesia 127.

Perkembangan televise ini, lebih besar di daerah-daerah, bahkan yang  berkembang cukup pesat adalah televise di daerah Jawa Timur. Penayangan iklan yang menjadi “kue pendapatan” berbagai stasiun televise tersebut, juga lebih efektif untuk televise lokal, mengingat banyak produk yang di kembangkan secara segmented atau dengan target pasar yang sangat spesifik.

Perkembangan stasiun radio pun demikian pesatnya. Apalagi pembuatan stasiun radio ini lebih murah dan mudah dibandingkan stasiun televise. Pembuatan program acara untuk radio juga tidak terlampau besar biayanya. Dengan demikian, radio juga memungkinkan dapat menggunakan sewa durasi iklannya dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan iklan di media cetak serta khususnya media televisi. Perkembangan stasiun radio ini sangat luar biasa, mulai hanya 741 radio di tahun 1997, meningkat menjadi 1.101 radio di tahun 1999 dan naik lagi menjadi 2000 di tahun 2005 dan saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 2000 stasiun radio, dan terbanyak di daerah.

Perkembangan media mssa yang demikian pesat, dikemukakan oleh Leo Batubara dalam diskusi “Menegakkan Profesionalisme Pers: Memberantas Penyalahgunaan Profesi Wartawan”, Jakarta, 12 Desember 2007. Leo Batubara menjelaskan bahwa pertumbuhan media tidak diikuti dengan perkembangan profesionalisme dalam pengelolaannya termasuk didalamnya pada paraktik jurnalistiknya. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya modal usaha membuat media menjadi kurang sehat bisnisnya adalah, tiras medianya tinggi, kualitas medianya baik, wartawannya sarjana serta professional dan terlatih, juga memiliki gaji yang baik. Selain itu juga di dukung oleh sarana yang memadai baik dalam proses penyiapan informasi, produksi sampai pada distribusinya.

Sebagan besar perusahaan pers yang tidak sehat memiliki ciri, pengelolaan yang kurang professional, wartawan bergaji kecil, bahkan sering tidak mampu membayar gaji wartawannya. Akibatnya pekerjaan wartawan yang memang tidak memiliki kompetensi, menjadi semakin tidak profesional. Bahkan diantaranya ada yang melakukan praktik-praktik pemasaran yang disebut dengan istilah wartawan ‘bodrek’.

 

2.4  Pentingnya PR Menjalin Hubungan Dengan Media

 

Mengapa Publik Relations dalma menjalankan fungsinya membutuhkan media? Karena media adalah salah satu alat kerja PR dalam menjalankan fungsinya. Sedangkan media relations merupakan taktik atau strategi PR pada saat ingin mencapai tujuan dari kegiatan PR. Sebut saja, kegiatan Kampanye PR sebagai strategi dengan memanfaatkan hubungan media atau media relations, agar target kerja sesuai dengan tujuan dan sasarannya. Butterick dalam bukunya Pengantar Public Realtions Teori dan Prakktik (2012:161) menjelaskan tentang taktik spesifik yang digunakan sebuah kampanye PR ditentukan oleh karakteristik kampanye dalam audiens targetnya.

Berkenaan dengan hubungan masyarakat dan hubungan pers, Frank Jefkins dalam bukunya Hubungan masyarakat terbitan PT Intermasa, Jakarta (1992) menyatakan kedua hubungan tersebut sebagai sesuatu yang sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari segi fungsi utama maupun perannya.

Hubungan media dengan pers merupakan alat pendukung atau media kerjasama untuk kepentingan proses publikasi dan publisistas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik. Karena peranan hibingan media dan pers dalam kehumasan tersebut dapat sebagai saluran dalam penyampaian pesan maka uoaya peningkatan pengenalan dan informasi atau pemberitaan dari pihak publikasi humas merupakan prioritas utama. Hal tersebut dikarenakan salah satu fungsi pers adalah kekuatan pembentuk opini yang sangat efektif melalui media massa.

Disamping itu, kerjasama dengan pers akan menghasilkan frekuensi publisitas yang cukup tinggi. Dampak pemberitaan tersebut baik yang bersifat stimultaneity effect (efek keserempakan), efek dramatisir, atau efek publisitas tinggi, dan memiliki pengaruh luar biasa besarnya terhadap pembentukan opini public dalam waktu yang relative seingkat, sehubungan dengan jumlah pembaca atau audiensi yang tersebar diberbagai tempat atau kawasan dalam waktu bersamaam.

Define hubungan pers menurut Frank Jefkins adalah suatu kegiatan untuk mencapai publikasi atau penyiaran berita semaksimal mungkin, sedangkan informasi yang disebarkan melalui humas adalah untuk menciptakan pengenalan dan pengertian.

Hubungan pers tersebut tidak terbatas hanya untuk mengadakan pendekatan-pendekatan baik secara fungsional maupun antarhubungan pribadi atau kontak dengan pihak pers melalui pimpinan redaksi, redaktur, dan wartawan dalam arti subyektif, tetapi juga menyangkut media massa dalam arti lebih luas. Maksudnya berhubungan dengan suatu lembaga, organisasi media massa seperti surat kabar harian, majalah berita, hiburan, dan komersial lainnya.

Selain itu, aktivitas humas dan korelasinya dengan media dan pers relations dalam hal teknik pembuatan produk-produk publikasi, informasi dan berita dalam bentuk press release, photo press, newsletter, menimbulkan konsekuensi keharusan praktisi humas menguasai teknik penilisan jurnalistik dan presentasi. Ditambah lagi, tuntutan untuk mampu mengelola dan membina hubungan baik dengan para pemimpin redaksi, pengasuh, dan wartawan atau reporter dari berbagai media massa. Sekaligus bertindak sebagai manajer komunikasi dalam hal mengadakan kontak pers misalnya melalui press conference, press tour, press briefing, press interview, baik secara resmi maupun melalui pendekatan-pendekatan pribadi seperti press personal approach, dan informal press gathering.

Kesimpulanya, definisi press relations tersebut adalah suatu kegiatan khusus dari pihak public relations untuk melakukan komunikasi penyampaian pesan atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang bersifat kelembagaan, perusahaan/institusi, produk dan hingga kegiatan yang bersifat individual lainnya yang perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan pihak pers atau media massa untuk menciptakan publisitas dan citra positif.

Dari hasil kerjasama yang baik inilah diharapkan akan tercipta suatu opini publik yang positif sekaligus  memperoleh citra yang baik pula dari pihak public sebagai khalayak sasarannya dan masyarakat luas.

Di lapangan, dalam pelaksanaan hubungan media dan pers terdapat semacam take and give yang mau tidak mau akan menimbulkan konotasi negative. Sering pula terjadi kolusi antara pejabat humas dengan media wartawan dan staff redaksi atau produksi dengan memberikan amplop sebagai imbalan publikasinya karena beritanya diterbtkan.

Perbuatan tersebut jelas merusak dan melanggar kode etik humas dan nilai-nilai profesionalisme. Dalam hukum pun perbuatan tersebut dikategorikan sebagai penyuapan dan pelanggaran pidana. Apalagi jika dalam berita yang dimuat itu terdapat unsur kesengajaan untuk memutarbalikkan fakta yang sebenarnya, menyerang pihak lain, atau yang terdapat unsur fitnah penghinaan tertulis dan sebagainya melalui pemberitaan pers. Penjelasan bentuk dan hubungan pers yaitu sebagai berikut.

1.      Bentuk hubungan pers.

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa hubungan pejabat humas denga media dan pers dapat berbentuk hubungan fungsional maupun pendekatan personal. Menurut Frank Jefkins (1992), bentuk-bentuk hubungan pers adalah sebagai berikut.

a.       Kontak Pribadi

Pada dasarnya, keberhasilan pelaksanaan hubungan media dan pers tergantung apa dan bagaimana kontak pribadi antara kedua belah pihak yang dijalin melalui hubungan informal seperti adanya kejujuran, saling pengertian, dan saling menghormati serta kerja sama yang baik demi tercapainya tujuan atau publikasi yang positif.

b.      Pelayanan informasi atau berita

Pelayanan yang sebaik-baiknya yang diberikan oleh pihak humas kepada pihak pers dalam bentuk pemberian informasi, publikasi dan berita baik tertulis, tercetak, maupun yang terekam.

c.       Mengantisipasi kemungkinan hal darurat

Untuk mengantisipasi kemungkinan permintaan yang bersifat mendadak dari pihak pers mengenai wawancara, konfirmasi, dan mendadak dari pihak pers mengenai wawancara, konfirmasi, dan sebagainya, pihak pejabat humas harus siap melayaninya, demi menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbina, dan citra serta nama baik bagi narasumbernya.

 

Masih berkaitan dengan hubungan media dan pers, Cutlip & Center mengatakan :

a.       Good media relationship are earned through honest, helpful news service provided in an atmosphere of mutual respect and candor. (Hubungan media yang sangat baik dapat diraih melalui kejujuran dan servis media yang sangat membantu, yang dibangun dalam atmosfer saling terbuka dan menghormati).

b.      Good relathionship can best be achieved by the practice of few based principles, consist of: shoot squarely, give service, don’t beg of carp, don’t ask for information kill, don’t publicity flood the media and keep update list. (sebuah hubungan yang baik akan dapat diraih melalui beberapa prinsip dasar yang terdiri dari: tidak memihak, memberikan bantuan, tidak mencari-cari kesalahan, tidak menanyakan pertanyaan yang menjebak, tidak membanjiri media dengan publisitas dan terus menerus melakukan pembaharuan).

 

Secara garis besar, pengertian hubungan media pers adalah hubungan yang baik dengan pihak media massa tersebut dibangun melalui suatu kejujuran, serta mau membantu untuk pelayanan pemberian sumber berita atau  informasinya yang diperlukan dalam suasana saling menghormati dan adanya keterusterangan.

Di lapangan, hubungan media dan pers yang baik tersebut dapat dicapai dengan menerapkan beberapa prinsip sebagai landasan pihak humas, di antaranya sebagai berikut.

a.       Mutlak adanya kejujuran dan keterusterangan.

b.      Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pers/media.

c.       Tidak meminta-minta atau mengemis kepada pers misalnya agar pers release bisa dimuat padahal nilai beritanya tidak ada sama sekali,

d.      Tidak menutup saluran informasi, misalnya pihak mengucapkan, no comment, tidak tahu dan tolong jangan dimuat, hingga off the record kepada pihak pers. Kalau ditutup saluran informasi tersebut, maka pers akan mencari saluran informasi yang tidak resmi, tetapi beritanya tidak dapat lagi terkontrol oleh humasnya.

e.       Tidak terlalu membanjiri berbagai publisitas di media masaa yang tidak jelastujuannya atau sasarannya yang hendak dicapai.

f.       Selalu mengupdate setiap daftar nama reporter, tugas peliputannya, alamat dan telepon redaksi dan sebagainya, agar saling mengenal dengan baik antar kedua belah pihak dalam upaya membangun good press relationship tersebut.

 

2.5  Kiat Membina Hubungan Dengan Media

Secara umum, media berfungsi memberikan informasi, penyebaran pengetahuan, unsur mendidik, dan menghibur kepada pembacanya. Selain itu, fungsi khusus pers adalah mempengaruhi opini masyarakat, melakukan sistem kepengawasan sosial, dan memiliki kekuatan. Jadi dimensi dari fungsi-fungsi khusus pers tersebut di negara maju sering disebut the fourth estate, atau merupakan kekuatan keempat.

Dimensi fungsi public relathions akan bertolak belakang dengan fungsi pers, karena publlikasi yang berkaitan dengan humas justru bersifat positif. Hal tersebut dilakukan dengan penyebaran informasi atau pesan untuk meningkatkan pengenalan, pengetahuan, persuasive, dan pendidikan. Semua itu dilakukan sebagai upaya menciptakan citra dan opini masyarakat kepada sesuatu yang positif, serta menghindarkan unsur-unsur pemberitaan atau publikasi yang bersifat negative, sensasional, sehingga dapat menimbulkan keresahan, polemic, atau kontroversial, di masyarakat.

Jadi, fungsi huams dalam upaya menyebarkan pesan, informasi, publikasi, hingga mengeluarkan berita yang dapat bekerja sama dengan pers menggunakan formula menghindari publisitas dan berita negative. Artinya, pejabat humas harus dapat memilah-milah dengan pasti di antara informasi dan publikasi, atau berita tersebut yang boleh direlease (disiarkan) atau dimana di antara informasi tersebut tidak di boleh diketahui secara umum, dan bahkan tertutup untuk kalangan pers.

2.6  Aktivitas Public Relations dalam Menjalin Hubungan dengan Media

Aktivitas untuk menjalin hubungan baik dengan media dapat dilakukan dengan mengirimkan siaran pers perusahaan ke media, memformulasikan isu penting di organisasi yang menarik untuk media, menyelenggarakan ramah tamah dengan, media, menyelenggarakn kunjungan lapangan untuk pers, menyelenggarakn acara-acara khusus, wawancara khusus, menyediakan/menjadi narasumber media, dan monitoring pemberitaan media.

Selain itu, dalam praktik hubungan pers terdapat beberapa bentuk kegiatan yang melibatkan insan pers. Kegiatan ini baku dilakukan oleh lembaga yang menguasai praktik-praktik kehumasan professional, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Bentuk kegiatan hubungan pers menurut Aceng Abdullah dalam buku Press Relations Kiat Berhubungan dengan Media Massa adalah sebagai berikut.

a.      Penyebaran siaran pers

Penyebaran siaran pers biasanya berupa lembaran siaran berita yang dibagikan kepada para wartawan atau media massa yang dituju. Siaran pers memiliki fungsi yang sama dengan fungsi media massa. Kegiatan pembuatan dan penyebaran siaran pers ini merupakan kegiatan hubungan pers yang paling efisien.

 

b.      Konferensi pers atau jumpa pers

Konferensi pers biasanya dilakukan menjelang, menghadapi ataupun setelah terjadi peristiwa penting dan besar.

 

c.       Kunjungan pers

Kunjungan pers atau yang biasa disebut pers tour adalah mengajak wartawan untuk berkunjung ke suatu lokasi, baik yang berada dilingkungannya, maupun ke tempat lokasi yang memiliki kaitan erat dengan kiprah lembaga atau instansi terkait.

 

d.      Resepsi pers

Resepsi pers adalah mengundang para insan media massa dalam sebuah resepsi atau acara khusus diselenggarakn untuk para pemburu berita. Acaranya bisa berupa jamuan makna, kemudian dilanjutkan dengan hiburan.

 

e.       Peliputan kegiatan

Peliputan kegiatan merupakan yang paling dikenal di antara kegiatan pers lainnya. Peliputan kegiatan dilakukan saat sebuah instansi mengadakan kegiatan tertentu, khususnya yang mempunyai nilai berita. Media massa diundang untuk meliputi kegiatan tersebut.

 

f.       Wawancara pers

Jika lima kegiatan di atas merupakan prakarsa dan organisasi, maka wawancara pers merupakan inisiatif dari pihak media massa. Terdapat dua wawancara, yaitu wawancara yang dipersiapkan dan wawancara spontan.

 

Menurut Jefkins, terdapat bentuk-bentuk hubungan dengan media yang memungkinkan kita untuk mengenal lebih dekat denga media adalah sebagai berikut.

 

1.      Kontak pribadi (personal contact)

Pada dasarnya, keberhasilan pelaksanaan hubungan media dan pers, tergantung “apa dan bagaimana” kontak pribadi antara dua belah pihak yang dijalin melalui hubungan informal. Hubungan harus dibangun atas dasar kejujuran, saling pengertian, saling menghormati, dan kerja sama, yang baik demi tercapainya tujuan atau publikasi positif.

 

2.      Pelayanan informasi pribadi (news service)

Pelayanan yang maksimal dapat diberikan oleh humas kepada pihak media dalam bentuk pemberian informasi, publikasi, dan berita, baik tertulis, tercetak (press release, news letter, photo press), maupun yang terekam (video release, cassets recorder, slide film).

 

3.      Mengantisipasi kemungkianan hal darurat (contingency plan)

Demi menjaga hubungan baik dengan media, seorang humas harus siap mengantisipasi dan melayani adanya kemungkinan peermintaan yang bersifat mendadak. Bentuknya berupa wawancara maupun konfirmasi yang dilakukan oleh pihak media.

 

Aktivitas lain yang dapat dilakukan PR adalah mengunjungi kantor/redaksi media massa, membuat siaran pers (press realese), memberikan kesempatan wawancara pers, membuat press counter, membuat forum diskuai wartawan, keterangan pers, peliputan kegiatan sampai dengan aktivitas yang dilakukan untuk mempererat hubungan secara pribadi antara PR denga wartawan yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan pemberitaan, seperti memberi ucapan selamat ulang tahun, kenaikan jabatan, mengirim kartu, bunga, gift, berkorespondensi, dan sebagainya. Aktivitas membina hubungan baik jangan hanya dilakukan ketika lembaga atau PR membutuhkan pers tetapi dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sehingga menimbulkan saling pengertian, saling menghargai, saling percaya dan slaing membantu antara PR dan insan pers.

 

2.7  Kasus Lembaga Pemerintah yang Pernah Muncul

 

a.     Pemerintah Kembali Dituding Berbohong

Selasa, 5 April 2011 | 21:12 WIB

 

ARY WIBOWOSejumlah Tokoh Lintas Agama mengungkap enam kebohongan baru pemerintah di Maarif Institute, Jakarta, Selasa (5/4/2011)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah Tokoh lintas agama kembali menyampaikan enam kebohongan baru yang dilakukan oleh pemerintah, Selasa (5/4/2011). Dalam jumpa pers yang berlangsung di Maarif Institute, tebet, Jakarta Selatan, mereka merinci enam kebohongan tersebut, yakni, pembangunan infrastruktur (jalan tol), pengembangan kawasan ekonomi khusus, program swasembada pangan, pembohongan dalam pendidikan, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dan memperbanyak janji bagi masyarakat miskin.

"Tokoh lintas agama pernah bertanya ke para pakar ekonomi mengenai kondisi ekonomi politik masyarakat saat ini. Apakah semuanya sudah sesuai dengan UUD 45, dan amanat konstitusi? Menurut saya tidak," ujar Koordinator Tokoh Lintas Agama Syafii Maarif.

Enam kebohongan yang disampaikan para tokoh lintas agama ini adalah:

1. Pembangunan Infrastruktur (jalan tol). Pada saat meluncurkan rencana pembangunan infrastruktur (jalan tol) saat meresmikan jalan tol Cipularang pada 12 Juli 2005 lalu, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 1,697 km dalam waktu lima tahun. Namun, realisasi hal tersebut dinilai jauh dari harapan. Dalam waktu lima tahun, jalan tol baru yang siap beroperasi hanya bertambah 73 km atau sekitar 15 km pertahun, yang artinya 4,5 persen dari target

2. Pengembangan kawasan ekonomi khusus. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. 5 Tahun 2010 mengenai penguatan daya saing ekonomi. Namun, sampai saat ini penguatan daya saing tersebut belum terlaksana dengan baik.

3. Program swasembada pangan dan problem Ketahanan pangan. Pada tahun 2009, Presiden menyatakan, pada tahun 2014 akan berswasembada beras, kedelai, dan jagung. Presiden SBY juga merencanangkan program "Surplus Beras" 10 juta ton/tahun, dengan pembukaan sawah baru dan disokong program food estate. Namun, hingga kini janji tersebut dinilai belum terealisir. Yang terjadi, luasan lahan produktif justru menyusut 100.000 hektar per tahun dan jumlah petani gurem meningkat dari 1,3 juta rumah tangga pada 2003 menjadi 15,6 juta rumahtangga pada tahun 2010.

4. Pembohongan di sektor pendidikan. Janji pemerintah untuk memberikan anggaran sebesar 20 persen tidak terlaksana. Begitupula dengan janji bahwa perbaikan ruang sekolah rusak akan selesai pada tahun 2008.

5. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pemerintah dinilai telah melakukan pembohongan dalam pembuatan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang seharusnya dibuat Presiden dan DPR. Kenyataannya, dalam RUU BPJS yang dimulai dibahas pada 24 November 2010 itu dibuat tanpa keterlibatan pemerintah karena RUU BPJS adalah RUU inisiatif DPR RI.

6. Memperbanyak janji bagi masyarakat miskin. Presiden SBY berjanji untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berkeadilan. Namun, saat ini program penanggulangan kemiskinan dinilai semakin menjauhkan kelompok miskin dari akses atas pembangunan yang berkeadilan. Sebab kebijakan dan program bagi kelompok miskin cenderung "sedekah", seperti Raskin, BLT, BOS, dan Jamkesmas.

Sementara itu, tokoh Nahdlatul Ulama, Solahuddin Wahid (Gus Solah) menilai, inti dari sejumlah permasalahan itu adalah tidak pekanya pemerintah terhadap UUD yang seharusnya mensejahterakan rakyat.

"Inti dari masalah ini adalah pemerintah tidak peka terhadap UU kesejahteraan rakyat. Coba lihat pasal 33 UUD 1945. Pasal itu dasar dari kesejahteraan ekonomi masyarakat," tandasnya.

Pada Januari lalu, para tokoh lintas agama juga menyampaikan sembilan kebohongan baru pemerintah yang berkenaan dengan kebebasan beragama; kebebasan pers; perlindungan terhadap TKI-pekerja migran; transparansi pemerintahan, pemberantasan korupsi; pengusutan rekening mencurigakan (gendut) perwira polisi; politik yang bersih, santun, beretika; kasus mafia hukum yang salah satunya adalah kasus Gayus H Tambunan; dan terkait kedaulatan NKRI.

 

2.8  Strategi Publik Relations Dalam Merespons Krisis

 

Berbagai cara bisa dilakukan untuk merespons situasi krisis. Respons perusahaan atas krisis bisa bermacam-maccam, mulai dari bertahan sampai yang akomodatif. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merespons situasi krisis adalah sebagai berikut.

1.      Menyerang pihak yang memojokkan perusahaan dengan memberikan fakta yang mendukung dan menjelaskan kepada publik bahwa tuduhan itu tidak beralasan. Tujuan serangan balik ini bermaksud mengurangi krediblilitas pihak yang mnyerang dan mengklarifikasi isu yang dituduhkan.

 

a.      Assange Serang Balik Biden

Selasa, 21 Desember 2010, 13:50 WIB

TEMPO Interaktif, London - Pendiri situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks, Julian Assange menyerang balik Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebutnya teroris hi-tech atau canggih. Assange mengatakan meski bebas dengan jaminan, penahanan dirinya beberapa waktu di penjara London adalah sebuah bentuk penahanan hi-tech atau canggih.

Pernyataan Biden yang menyebut Assange teroris adalah pernyataan paling keras yang dikeluarkan pejabat pemerintahan Obama sejak WikiLeaks membocorkan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di seluruh negara. Biden mengklaim dengan dibocorkannya kawat diplomatik ini maka Assange telah membuat semua pejabat Amerika dalam bahaya juga membuat semua kepentingan Amerika terancam. 

Dalam acara "Meet the Press" di stasiun televisi NBC yang disiarkan Minggu (19/12), Biden juga mengatakan pemerintah Amerika Serikat sedang mencari jalan untuk mencegah kebocoran lebih jauh lagi. "Departemen hukum lagi mencari caranya," kata Biden. Termasuk, kata Biden, untuk menuntut dan membawa Assange ke pengadilan.  

Assange pun menanggapi. "Biden menyerang organisasi kami dan pers dengan tujuan kekerasan atau politis, jadi siapa sebenarnya yang teroris?" kata Assange kepada harian El Pias, Spanyol. 

Pengadilan Tinggi memutuskan pendiri WikiLeaks Julian Assange bebas dengan jaminan 200 ribu pounds (Rp 2,8 miliar), Kamis (16/12). Assange saat ini tinggal di Ellingham Hall, rumah temannya di Inggris. Tiap hari, Assange harus melapor ke kantor  polisi setempat. Sehinga dia pun tidak bisa jauh dari rumah. 

Sejak akhir bulan lalu, situs pembocor dokumen rahasia yang didirikan Assange, WikiLeaks membocorkan kawat diplomatik milik Kedutaan Besar Amerika Serikat di seantero dunia. WikiLeaks mengklaim memiliki lebih dari 250 kawat diplomatik dari tahun 1966 sampai 2010.  Sampai hari ini Wikileaks sudah mengeluarkan 1818 dokumen. 

 

2.      Perusahaan berusaha merespons krisis dengan melakukan penyangkalan. Hal ini cukup sederhana. Pada hakikatnya, organisasi hanya menjelaskan kepada public bahwa tidak benar perusahaan mengalami krisis.

 

a.      Ariel Bantah Video Museum

Senin, 07 Juni 2010 09:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Nazril Ilham alias Ariel semula cuma tersenyum getir saat ditanya soal adegan mesum sepasang muda-mudi mirip dirinya dan Luna Maya di gambar video yang saat ini bikin heboh jagat hiburan tanah air.

Namun, mungkin karena telinganya terlalu gatal mendengarkan gunjingan di luar, ia akhirnya menceploskan satu kalimat bantahan dari bibirnya langsung. "Enggak lah," jawab Ariel seusai difoto sejumlah fotografer sebelum tampil pada konser musik MTV EXIT yang digelar di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (6/6) malam.

Ariel tampak tidak berniat meladeni pertanyaan lanjutan. Kepada seorang fotografer media cetak lokal yang mengajukan pertanyaan tadi, ia mengajak menepuk tangan sebagai tanda pertemanan. "Biar lu sama gua enggak slek (berantem)," tambah Ariel mencoba berkelakar. Ia berlalu pergi, menghilang di balik panggung.

Sekitar 30 menit berselang, Ariel muncul kembali. Ia tampil di atas panggung bersama Uki, Lukman, David, dan Reza. Mereka menghibur ribuan penonton lewat lagu Kupu-kupu Malam.

Para penonton pun bergoyang ikuti irama. Namun, pascaheboh video mesum, tampaknya ada beberapa penonton yang mulai tidak bersimpati dengan Ariel. Lima meter dari Tempo berdiri, di antara ribuan penonton terdengar suara teriakan menghujat Ariel.

Saat Tempo menghampiri dan mengajukan pertanyaan apakah ia sudah melihat video tersebut, bocah berumur lima-belasan tahun itu menggeleng. "Belum. Gua ngelihat di televisi-televisi aja. Gua yakin emang Ariel," ujar Adit Jangka asal CIledug.

 

b.      Carrefour : Kami Tidak Jual Crocs Palsu

JAKARTA, KOMPAS.com — Carrefour membantah menjual barang palsu, termasuk alas kaki merek Crocs. Waralaba swalayan itu melindungi dan menjaga hak paten milik pihak lain. Hal itu diungkapkan Hendri Satrio, External Communication Manager Carrefour Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/9/2010).

"Saya memastikan bahwa Carrefour tidak menjual barang palsu. Saya sudah konfirmasi ke Store Manager di Lebak Bulus dan memang tidak ada promo Crocs di swalayan kami," ujar Hendri. "Memang ada sandal yang mirip Crocs, tapi bukan Crocs dan tidak memakai merk atau logo Crocs," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa produk Crocs yang diklaim asli ditawarkan di salah satu gerai yang berlokasi di Carrefour Lebak Bulus dengan potongan harga 50-70 persen. Kecurigaan mengenai keaslian produk tersebut muncul mengingat barang yang ditawarkan di gerai itu sama dengan yang ditawarkan di situs jejaring sosial. Rentang harga yang ditawarkan pun sama. Bedanya, penjual di situs jejaring sosial mengakui bahwa Crocs yang ditawarkan adalah palsu atau biasa disebut "KW".

Menurut Hendri, apa yang dijual di gerai penyewa itu adalah tanggung jawab tenant atau penyewa. "Dalam hal ini, Carrefour tidak tahu-menahu," ujarnya. "Yang jelas di wilayah swalayan Carrefour, kami tidak menjual barang palsu."

 

3.      Pilihan respons selanjutnya adalah dengan melakukan pembenaran. Perusahaan, organisasi atau individu membela diri, bahwa yang dilakukannya benar, walaupun hal tersebut memancing polemik di tengah masyarakat.

 

a.      Gubernur Sumber ke Jerman untuk Promosi

Rabu, 3 November 2010, 21:07 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Kunjungan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke Jerman saat ribuan korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai masih belum mendapatkan pertolongan maksimal, berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, ternyata salah satunya untuk mempromosikan wisata dan potensi investasi.

Dalam rilis yang diterima Kompas dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumbar Surya Budhi disebutkan, beberapa poin tujuan kunjungan Gubernur Sumbar ke Jerman.

Kunjungan ke Jerman merupakan undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin untuk menjadi salah satu pembicara dalam ajang Indonesia Bussines Day di Muenchen, Jerman 5 November.

Selain itu, Irwan dijadwalkan akan mengadakan pertemuan khusus dengan Gubernur Bavaria untuk membicarakan kemungkinan kerja sama luar negeri, tidak hanya di bidang investasi, tetapi juga pariwisata dan perdagangan.

Disebutkan juga dalam rilis tersebut bahwa Gubernur Sumbar akan menjalin kemungkinan kerja sama sister province antara Sumbar dan Bavaria.

Sementara itu, pada tanggal 6 November, Irwan dijadwalkan mengunjungi Messe Muenchen Bio Solar Rooftop Facility dan Bio Energie Tann. Kedua institusi itu disebut bergerak di bidang energi terbarukan yang kabarnya sangat bermanfaat bagi Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim pada Rabu (3/11/2010) mengatakan, sebelum berkunjung ke Jerman, Irwan memang sempat bertanya, apakah dia boleh mengunjungi Jerman.

Muslim saat itu menjawab, boleh saja berkunjung ke luar negeri karena memang hal tersebut terkait dengan tugas-tugas pemerintahan.

Namun, kunjungan ke Jerman ini mendapat banyak kritikan karena dilakukan bersamaan dengan masih kacau-balaunya penanganan gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai yang menewaskan lebih dari 400 nyawa manusia dan membuat ribuan orang terpaksa tinggal di pengungsian.

Pada saat yang sama, korban gempa dan tsunami juga terancam kelaparan karena distribusi bantuan masih belum maksimal.

 

4.      Reaksi berikutnya perusahaan berusaha untuk meraih simpati publik. Respons seperi ini biasanya diikuti dengan aktivitas-aktivitas yang berorientasi melayani kepentingan public. Seperti memberikan pengobatan gratis, sunatan massal, memberikan ganti rugi, dan lain-lain. Hal ini dilakukan dengan maksud mengembalikan kepercayaan public setelah perusahaan terkena krisis.

 

a.      Mandala Minta Konsumen Kirim Nomor Rekening via Email untuk Refund

Kamis, 13/01/2011, 12:18 WIB

Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta - Mandala Airlines yang stop sementara penerbangan meminta para konsumennya untuk mengirimkan surat elektronik (email) dan nomor rekening bank untuk mempermuda proses refund. Namun tidak disebutkan kapan refund bisa diterima para konsumen.

"Untuk membantu kami dalam proses refund, dimohon mengirim email dan nomor rekening bank ke cust.feedback@mandalaair.com," demikian pengumuman Mandala Airlines melalui akun twitternya, @mandalaair, Kamis (13/1/2011).

Pihak Mandala sebelumnya berjanji memberikan refund yang fair kepada para pemegang tiketnya. Berdasarkan situs Mandala Airlines, para calon pemumpang yang refund disarankan untuk menghubungi pusat layanan atau melalui email di cust.feedback@mandalaair.com. Call Center Mandala Airlines adalah di nomor 0804-1234567 atau (021)56997000 dan untuk wilayah di luar Indonesia adalah (021)56997000. Sayangnya, ketika nomor tersebut dihubungi, nada sibuk dan sulit sekali untuk masuk.

Kantor pusat Mandala Airlines di kawasan Tomang pun hingga siang ini masih dipenuhi oleh para agen dan penumpang yang hendak refund. Tempat layanan tampak diantre ratusan orang, dan pihak Mandala menjanjikan akan membereskan refund dalam 2-3 hari.

Konsumen hingga siang ini masih kebingungan, terutama untuk yang sudah mengantongi tiket penerbangan Kamis dan Jumat ini. Mereka kelimpungan karena harus menyediakan dana ekstra untuk pembelian tiket dari maskapai lain dan itupun tiket belum tentu tersedia. 

Misalnya yang dialami Aris Munandar, salah satu penumpang yang seharusnya berangkat ke Yogya bersama 6 orang anggota keluarga pada Jumat (14/1/2011) besok dan kembali pada Senin (17/1/2011). Aris sudah memesan tiket dari jauh-jauh hari karena acara di Yogya tersebut sangat penting.

"Sekarang saya harus pontang-panting mencari tiket penerbangan lain, dan harus menyediakan dana ekstra karena uang refund belum diterima. Apa harus ke Bandara Soekarno Hatta untuk refund ini? Saya di SMS pemberitahuan dari pihak mandala baru tadi pagi, supaya menghubungi di nomor 021-56997000 tapi susahnya minta ampuun," keluhnya.

Hal lebih parah dialami oleh Puteri, yang hingga Kamis siang belum juga mendapatkan SMS konfirmasi dari Mandala soal stop operasional. "Untung saya sudah baca dari media, jadi saya sudah beli tiket dari maskapai lain. Sekarang tinggal urus refund," ujar Puteri saat berbincang dengan detikFinance.

 

5.      Respons yang kelima adalah perusahaan berjanji untuk memperbaiki kesalahannya dengan melakukan tindakan yang benar. Respons ini menuntut kebesaran ahti perusahaan untuk mengakui kesalahannya danmenyakinkan bahwa masalah tidak akan terjadi lagi untuk kedua kalinya.

 

a.      Woods Mengaku Salah di Depan Wartawan

Selasa, 6 April 2010, 05:28 WIB

AUGUSTA, Kompas.com - Pegolf dunia Tiger Woods mengaku telah berbohong selama ini dan akan lebih fokus pada karir dan keluarganya.

Hal ini diungkapkan oleh Woods dalam konferensi pers, Senin (05/04) menjelnag dilangsungkannya turnamen golf US Masters. Ini merupakan turnamen golf pertama Woods sejak terungkapnya kasus perselingkuhan yang hampir membuat keluarganya berantakan.

"Saya telah membohongi banyak pihak, mengecewakan mereka dan membuat mereka putus asa," kata Woods. "Saya juga membiohongi diri saya sendiri. Saya bertanggungjawab sepenuhnya atas apa yang saya lakukan dan ini sangat berat."

Woods juga menyebut isterinya, Elen Nordergren tidak akan datang dalam turnamen US Masters yang berlangsung di Augusta National. Woods telah absen dari lapangan golf sejak mengikuti Australia Masters pada 15 November lalu.

Menjelang turnamen ini, Woods tampak santai. Ia bermain 18 hole bersama juara US Masters 1992, Fred Couples dan kemudian bergabung bersama  juara 2003, Jim Furyk.

Woods juga mengaku akan berusaha lebih mengontrol emosi dan fokus pada permainan. "Saya akan berusaha lebioh memperhatikan perilaku saya,"katanya. "Bukan hanya tentang turnamen ini, tetapi juga  tentang hidup. Saya kan bnerusaha menjadi manusia yang lebih baik."

 

6.      Respons terakhit meminta maaf. Dalam hal ini perusahaan bertanggung jawab untuk krisis yang terjadi dan meminta maaf secara terbuka kepada public. Pada kenyataannya meminta maaf justru memerlukan keberanian yang lebih besar daripada memberi maaf. Meminta maaf yang melambangkan sikap sportif dan ksatria.

 

a.   TV One Mengaku Salah, Tidak “Cover Both Side”

Senin, 12 April 2010, 18:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak televisi swasta TV One mengaku melanggar kode etik jurnalistik karena membuat program berita yang tidak seimbang atau cover both side. TV One hanya menghadirkan Andris Ronaldi sebagai makelar kasus yang biasa beraksi di kepolisian tanpa menghadirkan pihak kepolisian untuk mengklarifikasi keterangan Andris dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi edisi 24 Maret.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pers Bagir Manan seusai mediasi dengan TV One dan Polri di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (12/4/2010).

Bagir mengatakan, atas pelanggaran kode etik tersebutlah permasalahan antara TV One dan Polri akan diselesaikan menurut aturan kode etik seperti dengan menggunakan hak jawab, hak koreksi bagi TV One, serta pihak TV One meminta maaf kepada Polri dan masyarakat. "Tentu saja TV One juga punya kewajiban meyakinkan itu sebagai makelar kasus kepada Dewan Pers," katanya.

Bagir juga menyampaikan bahwa TV One tidak melanggar kode etik menyangkut identitas Andris karena menurut keterangan pihak TV One kepada Dewan Pers, TV swasta itu tidak membuka identitas narasumbernya, tetapi narasumbernya sendiri yang membuka identitasnya.

"Karena Andris membuka identitasnya dengan berbicara di kepolisian dan menggelar jumpa pers," tambahnya. Sebelumnya, TV One dilaporkan oleh kepolisian karena diduga merekayasa adanya makelar kasus bernama Andris Ronaldi yang kerap beraksi di kepolisian. Saat ini, Andris masih dalam pemeriksaan polisi. 

 

Selain itu, untuk menyelesaikan krisis, manajemen harus memiliki crisis management plans yang didesain secara teliti untuk menghadapi berbagai level krisis yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, jika terjadi kondisi krisis, maka perusahaan dapat mendefinisikan dan merespons dengan baik.

Kasusu klasik mengenai manajemen krisis aalah bagaimana kesuksesan Johnson & Johnson menangani krisis Tylenol pada awal 80-an. James Bruke CEO Johnson & Johnson memimpin timnya dan memberikan arahan berdasarkan prinsip-prinsip yang ada. perusahaan bertanggung jawab kepada konsumen dan stakeholders, yaitu karyawan dan pemegnag saham dengan menarik produk yang bermasalah dari pasaran.

Melalui persiapan yang matang, pemimpin dapat memerintahkan bagaimana dan apa yang sebaiknya dilakukan saat krisis terjadi.

Mengantisipasi krisis dapat dilakukan dengan menggunakan perencanaan strategik dan manajemen risiko. Setiap krisis harus dihadapi secara serius oleh pimpinan dan disampaikan kepada public secara jujur. Pemimpin harus dapat belajar dari setiap krisis yang terjadi.

Gambar berikut menunjukkan bagaimana mengidentifikasi siklus krisis, dimulai dengan persiapan menghadapi krisis (preparedness for crises), penyelesaian krisis (crisis resolution), mengambil pelajaran dari krisis (consolidation of learning), mengkomunikasikan kepada publik (communication for change), dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan di masa depan (initation of change).

Keterbukaan informasi yang merupakan hasil dari pemberitaan media, sering kali memengaruhi jalannya bisnis perusahaan dan dapat memberikan dampak negative dalam hal keuangan, politik, dan hukum.

Besarnya nilai kerugian harus diantisipasi, terutama saat krisis tidak ditangani dengan baikdalam konteks persepsi media dan opini public. Manajemen krisis bertujuan memberikan resppons yang tepat di saat yang tepat.

Beberapa pedoman umum berikut dapat membantu manajemen pada saat krisis.

1.      Mempersiapkan contingency plan (anggota tim krisis manajemen dapat dibentuk dalam waktu singkat, selalu diadakan pelatihan untuk menghadapi berbagai macam krisis).

2.      Segera umumkan official spokesperson (anggota tim krisis) yang berhak bicara dan memberikan keterangan mengenai krisis ke public dan media.

3.      Bergerak cepat (jam pertama ketika krisis terjadi sangat crusial, karena media sering memberikan informasi berdasarkan kejadian awal krisis).

4.      Gunakan konsultan manajemen krisis (saran dari konsultan PR sangat penting).

5.      Memberikan informasi yang akurat dan benar (ingat, mencoba untuk memanipulasi informasi akan membalik menjadi bahaya jika kebenaran ditemukan).

6.      Ketika memutudkan bertindak, jangan hanya mempertimbangkan kerugian jangka pendek, tetapi pikirkan juga efek jangka panjang.

Eksekutif di semua tingkat organisasi bekerja untuk mengelola krisis dan sering melakukannya dalam hitungan hari. Keterampilan mereka benar-benar di uji ketika harus mengelola krisis yang berpotensi mengganggu jalannya organisasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANDUAN GROOMING DALAM PUBLIC SPEAKING

Lira's News : Gaet SMP Hingga SMA Sepekanbaru, KSR PMI Universitas Riau Gelar Lomba Lintas Alam

ALMANAKCUSTOM.ID